Sabtu, 10 September 2016

Master Plan Muslimah Don't Cry (Book 1)



Tabel Metriks Muslimah Don't Cry (Book 1)

SPESIFIKASI

Judul Buku
Muslimah Don’t Cry (Book 1); Bila Jodoh belum Berjodoh

Penulis
Riovani Dian

Kelompok
-

Jenis Buku
Buku seri motivasi khusus untuk muslimah

Target Pembaca
Usia : 16 s.d 35 tahun


Pendidikan : minimal SMA


Wilayah: pedesaan dan perkotaan


Profesi: -

Fisik Buku
Halaman Naskah: 130 halaman


Ukuran Buku: 14,8 x 21 cm


Cover: soft cover


Perkiraan Halaman Buku: 165 halaman


Perkiraan Harga Jual:  Rp 30.000 – Rp 60.000

LATAR BELAKANG

Konsep
Mengajak muslimah yang belum bertemu jodoh untuk semakin mencintai Allah. Buku ini adalah teman bagi muslimah untuk melesatkan potensi diri hingga akhirnya siap untuk menerima ketetapan jodoh dari Allah.

Desain
Ilustrasi kartun muslimah yang sedang menyeka air mata sambil tersenyum. Judul buku yang dominan mengisi cover.

Tema
Bersabar dan produktif selama menanti jodoh

Manfaat bagi Pembaca dan Kelebihan
  • Menyadari keistimewaan seorang muslimah
  • Menjaga keistimewaan itu agar tetap istimewa
  • Menggali potensi diri
  • Menemukan hal baru untuk dipelajari
  • Menjadi pribadi muslimah yang tegar dan bersyukur atas ujian yang datang dari Allah
  • Menjadi muslimah yang pantang menyerah
  • Dilengkapi quotes bergambar sebagai penyemangat untuk muslimah agar menjadi pemenang atas ujian yang sedang dihadapi
  • Disajikan dalam bahasa sehari-hari namun tetap memperhatikan EYD.


Faktor Lain
Hal yang dapat membatalkan keputusan pembaca untuk membeli buku ini:
  • Telah memiliki buku sejenis
  • Tampilan buku yang kurang menarik
  • Pembaca merasa kurang mendapat manfaat dari buku ini
  • Harga kurang sesuai dengan isi buku


🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡

Daftar Isi

I. Assalamu'alaikum, soleha!

II.Muslimah itu Super Special!     
  1. Keistimewaan yang Ada pada Muslimah     
  2. Melihat Diri Secara Utuh     
  3. Cintai Diri dengan Bersyukur 


III. Bila Jodoh Ternyata Belum Jodoh    
  1. Cuma Feeling VS Kekuatan Do'a    
  2. Because Allah Love You     
  3. Positive Thinking itu Harus! 


IV. Cara Elegan untuk Move On     
  1. Membuat Peta Kesuksesan     
  2. Menggali Potensi Diri     
  3. Berjanji untuk Menuntaskan Misi 


V. Senyum yang Manis, ya!     
  1. Sebab yang Halal Pasti Diridhoi Allah    
  2. Jadilah Pemenang atas Ujianmu     
  3. Siap Terima Lamaran?




Jumat, 09 September 2016

Muslimah Don't Cry (Book 1); Bila Jodoh ternyata Belum Berjodoh

Daftar Isi

I. Assalamu'alaikum, soleha!
II. Muslimah itu Super Special!
    1. Keistimewaan yang Ada pada Muslimah
    2. Melihat Diri Secara Utuh
    3. Cintai Diri dengan Bersyukur
III. Bila Jodoh Ternyata Belum Jodoh
    1. Cuma Feeling VS Kekuatan Do'a
    2. Because Allah Love You
    3. Positive Thinking itu Harus!
IV. Cara Elegan untuk Move On
    1. Membuat Peta Kesuksesan
    2. Menggali Potensi Diri
    3. Berjanji untuk Menuntaskan Misi
V. Senyum yang Manis, ya!
    1. Sebab yang Halal Pasti Diridhoi Allah
    2. Jadilah Pemenang atas Ujianmu
    3. Siap Terima Lamaran?

Rabu, 31 Agustus 2016

Muslimah Don't Cry (DAFTAR ISI)

DAFTAR ISI

I. Assalamu’alaikum Muslimah!
II. Muslimah Don’t Cry
  1. Because Allah Love You
  2. Melihat Diri Secara Utuh
  3. Potensi itu Harus Digali
  4. Jangan Mudah Memaklumi Kekurangan

III. Ambil Teropongmu Sekarang!
  1. Mimpi vs Tujuan
  2. Merencanakan Kesuksesan
  3. Berjanji untuk Menuntaskan Misimu!
  4. Positive Thinking itu Harus!
IV. Buat Peta Kesuksesanmu Sekarang!
  1. Wajib Punya Ijazah
  2. Kreatif Berwirausaha
  3. Menemukan Partner Hidup
  4. Menentukan Karier Ternyaman
V. Jangan Cengeng, plis...
  1. Muslimah Harus Kuat
  2. Move On!
  3. Jangan Ulangi Kesalahan


Jumat, 26 Agustus 2016

Delapan Ratus Kata Pengingat Tujuan



Foto: saya bersama Inspirasi kecil saya 😘

Bismillah, cerita sedikit ya...

Hari ini saya dibuat takjub dengan karya I Nyoman Nuarta. Meskipun karyanya ini belum terlihat utuh, namun sudah nampak kemegahannya. Ya, patung setinggi 75 meter ini merupakan ikon pariwisata Bali yang menggambarkan sosok Dewa Wisnu dan Garuda sebagai kendaraannya (Garuda Wisnu Kencana).

Saya tak kenal dengan I Nyoman Nuarta, namun melihat karyanya yang tak bisa dibilang biasa, saya jadi terinspirasi untuk menguatkan niat untuk berkarya.

Sekarang fokus tentang tujuan dan harapan saya dari kegiatan menulis. Check this out!

Menulis bukan tentang bakat. Saya berterima kasih kepada seorang yang juga menginspirasi saya untuk meyakini bahwa siapa pun bisa menulis. Teh Indari Mastuti dalam kelas yang saya ikuti secara online mengatakan bahwa menulis itu butuh latihan. Semakin sering kita menulis maka akan semakin mudah kita untuk menulis. Ide bisa datang dari mana saja. Tak perlu takut salah atau takut tidak bagus. Yang terpenting adalah terus berlatih agar tulisan yang kita hasilkan bisa memiliki “nyawa”.
Sedih memang rasanya ketika saya memutuskan untuk tak berkarya di luar rumah. Namun, saya tak menyesali keadaan itu. Curhatan saya sudah saya tuangkan dalam artikel Merengkuh Surga dari Rumah ya. Jadi pembaca tahu deh sedikit latar belakang saya. Hehe

Saya menemui dunia baru dalam usia ke -25. Betapa ternyata Allah telah mengganti nikmatnya berkarya di luar rumah dengan nikmat yang jauh lebih menentramkan hati, menjadi seorang ibu. Menikmati setiap menit bisa menyentuh, memandang, dan membuat dokumentasi bersama si kecil itu hal yang jauh lebih bisa saya nikmati. Meskipun, tak sedikit juga yang memandang remeh posisi saya. Maklum, cuma Ibu Rumah Tangga. Masih suka dianggap pekerjaan kurang keren bagi sebagian orang. Hehe

Dunia baru saya ini amat warna-warni. Hingga tiap momen rasanya ingin sekali diabadikan dalam karya. Diantaranya cerpen berjudul Sujud dan Bertahan (dibaca ya, kasih komen, trus di share.ehehehe). Saya ingin tulisan saya menjadi souvenir abadi untuk orang yang saya cintai. Agar suatu hari jika saya tiada, ada bukti konkret bahwa saya menyayangi mereka dengan sepenuh hati.

Meskipun dunia baru saya ruang lingkupnya terasa sempit (ya iya lah! Lha wong tinggalnya di kontrakan 3x4 meter doang), namun saya ingin juga turut memberi manfaat. Sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Pasti pernah dengar ya hadits Rosulullah yang satu ini. Saya ingin karya yang saya buat dapat menginspirasi pada kebaikan. Tidak menjerumuskan generasi penerus bangsa pada kesesatan, apalagi kegalauan. Saya ingin karya saya dapat dinikmati sebagai sesuatu yang bergizi bagi hati dan pikiran pembaca.

Dalam ilmu psikologi menulis ternyata memberi efek positif bagi kesehatan. Menulis sebagai kegiatan katarsis atau pelepas ketegangan, bermanfaat untuk melepaskan emosi dengan cara yang positif. Rutin menulis dapat membuat kita mengenal diri kita dengan baik dan mengetahui apa yang menjadi tujuan kita. Seseorang yang rutin menulis akan lebih terkontrol perasaannya, terutama pada hal yang sifatnya traumatis. Bagi saya, menulis merupakan salah satu kegiatan refreshing. Di sela sumpeknya kegiatan IRT, menulis membuat diri saya merasa memiliki arti.

Saya punya mimpi, suatu hari karya saya dapat membawa saya mengunjungi tempat-tempat istimewa. Saat melakukan perjalanan dengan pesawat, saya menghindar dari kegiatan membaca majalah yang diterbitkan maskapai penerbangan. Kenapa? Karena mupeeeeeng pakai banget. Foto-foto destinasi wisata di majalah itu aduhai amat menggoda jiwa traveller saya. Siapa sih yang enggak suka travelling? Dulu saya ingin sekali bisa jalan-jalan keliling Indonesia bareng teman-teman. Namun, keinginan itu saya revisi. Saya ingin bisa travelling bersama suami, anak, juga karya-karya saya. Bumi Allah amat luas. Banyak sekali tempat yang rasanya sayang untuk tidak disinggahi. Selain untuk dinikmati keindahannya, ingin juga saya tuangkan dalam karya. Semoga mimpi ini Allah kabulkan. Aamiin (tolong di-aamiin kan juga ya)

Menulis saya harap menjadi salah satu kegiatan positif yang bisa saya wariskan kepada keturunan saya. Saya ingin memberi sebuah pengalaman bahwa menulis juga merupakan salah satu kegiatan yang bermanfaat. Semasa kuliah bundamu ini pernah jadi pengurus buletin kampus, nak. Bunda kangen sebenarnya bisa ngisi dan ngedit artikel lagi. Tapi bunda juga ingin bisa menemani tumbuh kembangmu. Bunda sayang kamu tapi bunda juga sangat ingin berkarya. Berkarya sambil nemenin kamu di rumah aja deh ya biar bisa bareng kamu terus. Hiks, bunda jadi curhat gini deh… (curhat dong, Mah!)

Mendidik dengan tulisan, juga menjadi harapan saya terhadap karya yang saya hasilkan. Sebagai orang yang tak lagi berada di depan kelas untuk mengajar, saya ingin sekali agar karya saya kelak dapat menjadi media bermanfaat dalam menyampaikan nilai-nilai yang mendidik. Saya sadar dunia makin kurang ramah terhadap tumbuh kembang anak-anak. Sudah semakin sempit ruang untuk anak-anak menikmati masa kecil. Mulai dari tidak ada tempat bermain outdoor yang luas, paparan tayangan televisi yang makin tidak baik dikonsumsi anak, sampai arus games yang rasanya tak terbendung. Anak-anak tumbuh terlalu cepat, dan sayangnya sebagian orangtua tak menyadari itu. Gadget yang seharusnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, malah membuat si anak jadi pribadi yang tumbuh kembangnya terganggu. Tidak sedikit lho orangtua yang akhirnya menyesal karena anaknya jadi anti sosial, lambat bicara, mudah emosi, dan lain sebagainya akibat memberi gadget terlalu dini pada anak. Saya ingin sekali bisa menghasilkan karya yang bisa mengedukasi kita sesama orangtua agar menjadi orangtua yang memberikan sesuatu yang tepat untuk anak kita. Sebab anak kita bukan hanya sebagai generasi penerus garis keturunan keluarga kita saja, melainkan juga sebagai generasi yang akan memimpin bangsa ini di masa depan.

Semoga apa yang saya tuliskan hari ini bisa membuat niat saya semakin mantap untuk berkarya. Selain itu, jika arah saya dalam menulis melenceng saya harap tulisan ini menjadi pengingat saya untuk kembali lurus. πŸ˜€

Mohon doa serta dukungan pembaca agar saya bisa konsisten dengan apa yang saya tulis hari ini. Bantu saya untuk jadi lebih baik dengan menuliskan tanggapan pada setiap postingan saya. πŸ€—

Terakhir, semoga tulisan saya bisa menambah pengetahuan pembaca. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan bernilai pahala bagi saya. AamiinπŸ˜ƒ

Denpasar, 26 Agustus 2016
Riovani Dian Putri

Sabtu, 21 Mei 2016

Ratri Ismaniah: IRT Jago Ngelapak di Market Place

Menjadi seorang ibu yang sepenuhnya di rumah tak membuat Ratri “mati gaya”. Menjalankan bisnis beromzet jutaan rupiah bisa Ratri jalankan tanpa meninggalkan kewajibannya mengurus rumah tangga. Koq bisa? Yuk simak kisah Ratri, IRT yang jago melapak di market place.

Rutinitas mengurus rumah tangga kadang menjemukan, apalagi kesempatan bekerja di luar rumah tak mendapat restu dari suami. Namun, ibu 2 orang putri ini tak kehabisan ide. Berawal dari kesulitan menemukan gamis yang nyaman bagi dirinya yang masih menyusui, munculah ide membangun online shop. Sagwa Shop hadir sebagai reseller dengan modal awal Rp 0,- (nol rupiah). Keuntungan yang diperoleh sedikit demi sedikit dikumpulkan untuk modal menyetok barang. Tantangan baru menjadi stockis pun dimulai. Ratri harus mengenalkan Sagwa Shop ke pasar yang lebih luas, agar usahanya bisa berkembang. Inilah yang melatarbelakangi Ratri membawa Sagwa Shop ke market place, seperti Bukalapak dan Tokopedia.

Melapak di market place pun tak semudah seperti yang diiklankan. Butuh trik khusus untuk bisa bersaing dengan produsen, agen, distributor, sampai reseller dan dropshiper yang telah melapak lebih dulu. Bergabung dalam komunitas membuka jalan bagi Ratri untuk belajar ilmu bisnis online dari para top seller. Usahanya pun kian mendapat respon positif setelah 3 bulan melapak di market place. Kini Sagwa Shop mampu meraup omzet jutaan rupiah.

Sagwa Shop hanya melayani pembelian di market place, yaitu: 
www.bukalapak.com/sagwa_shop
www.tokopedia.com/sagwashop
www.shopee.co.id/sagwa_shop

Komunitas bukalapak banyak membantu para pegiat bisnis online untuk lebih memajukan bisnisnya, termasuk Ratri. Oleh sebab itu, Ratri yang kini dipercaya sebagai koordinator lapangan Komunitas Bukalapak Wilayah Karawang (BL Ranger), siap membagi ilmu sukses melapak di market place

Rabu, 18 Mei 2016

Bunga Twin Hijab, Bisnis yang Dibangun dengan Niat Berzakat 100 Juta Per Tahun


Tak ada kata terlambat untuk memulai sebuah bisnis. Usia 45 tahun menjadi momen kebangkitan jiwa wira usaha dari ibu 4 orang anak ini. Di tengah kesibukannya menjadi abdi negara, Sri Sumarni menuangkan passionnya dalam bidang fashion muslimah dalam brand Bunga Twin Hijab.

Bunga Twin Hijab pada mulanya merupakan usaha offline yang pasarnya masih terbatas pada lingkungan sekitar. Mengandalkan sistem pre order untuk memenuhi permintaan pasar, produksi masih sangat bergantung pada jumlah pesanan yang masuk. Nama Bunga Twin Hijab (BTH) dipilih dengan harapan agar usaha yang dirintis menjelang pensiun dini ini, kelak bisa diteruskan oleh kedua putri kembarnya.

Sri Sumarni menyadari betul bahwa sebuah bisnis tak mampu berkembang tanpa adanya tim. Oleh karena itu, ibu pecinta drama korea ini pada April lalu meluncurkan produk-produk BTH secara online. Dengan menerapkan ilmu marketing online omzetnya melesat hingga 300% dan memiliki 15 reseller dalam kurun waktu 2 minggu. 

Harapan yang Sri Sumarni gantungkan sebagai penyemangat kemajuan BTH adalah niat untuk mengeluarkan zakat 100 juta rupiah per tahun. Sri berharap agar produk BTH kian banyak diminati pasar lokal dan pasar internasional. Oleh karena itu, Sri Sumarni membuka peluang bagi yang ingin bergabung menjadi tim BTH untuk segera menghubungi via whatssapp di nomor 081321733340. Koleksi lengkap BTH dapat dilihat di akun instagram dan fan page Bunga Twin Hijab. Mau kenal lebih jauh dengan owner BTH? Langsung add pertemanan akun FB Sri Sumarni. Semoga bermanfaat, semoga menginspirasi. 

Selasa, 17 Mei 2016

Sehat dengan Fresh Milk from Depok





Susu sejak dulu dikenal sebagai minuman yang menyehatkan. Hal ini dikarenakan susu yang dihasilkan oleh sapi memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Dalam 100 gram susu sapi segar terkandung 70.5 kilo kalori, 3.4 gram protein, dan 3.7 gram lemak. Selain itu, susu juga mengandung mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi. Tak heran jika mengkonsumsi susu setiap hari dapat membuat tubuh menjadi sehat. Inilah yang mendorong Mahfiroh untuk memulai bisnis susu segar yang bebas pengawet dan gula tambahan.

Mii Moo Fresh Milk adalah brand yang diusung ibu 2 orang anak asal Puri Bali, Sawangan, Depok ini. Berhenti bekerja dari perusahaan media ternama karena memilih fokus pada keluarga, Mahfiroh terjun bebas ke dunia bisnis. “Terpikirkan jualan susu sapi murni, karena kebanyakan orang kalau mau minum susu sapi murni harus ke Bogor. Karena saya suka susu, saya beranikan untuk jualan susu. Selain itu, semua kalangan, tua muda dan anak-anak membutuhkan susu,” tutur mantan reporter ini menjelaskan latar belakang Mii Moo Fresh Milk.

Mii Moo Fresh Milk yang baru berusia 7 bulan memiliki produk andalan susu sapi murni, yoghurt yang di dalamnya terdapat jelly dengan varian rasa mangga, melon, leci, anggur, jeruk, dan strawberry. Seiring berjalannya waktu dan permintaan pasar, produk Mii Moo Fresh Milk pun berkembang. Mulai dari susu kambing segar dan produk turunan susu lainnya. Dalam sepekan, Mii Moo Fresh Milk bisa menghabiskan sekitar 50 liter susu murni dan 35 liter yoghurt.

Mahfiroh berharap usaha nya ini bisa berkembang menjadi sebuah kedai fresh milk agar semakin banyak yang bisa menikmati sehat dan segarnya produk Mii Moo Fresh Milk. Follow @mii_moo_freshmilk dan fb MiiMooMafi untuk kenal produk-produk fresh nya Mii Moo Fresh Milk lebih lanjut. Ayo hidup sehat, ayo mimi susu! Moo...