Sabtu, 10 September 2016

Master Plan Muslimah Don't Cry (Book 1)



Tabel Metriks Muslimah Don't Cry (Book 1)

SPESIFIKASI

Judul Buku
Muslimah Don’t Cry (Book 1); Bila Jodoh belum Berjodoh

Penulis
Riovani Dian

Kelompok
-

Jenis Buku
Buku seri motivasi khusus untuk muslimah

Target Pembaca
Usia : 16 s.d 35 tahun


Pendidikan : minimal SMA


Wilayah: pedesaan dan perkotaan


Profesi: -

Fisik Buku
Halaman Naskah: 130 halaman


Ukuran Buku: 14,8 x 21 cm


Cover: soft cover


Perkiraan Halaman Buku: 165 halaman


Perkiraan Harga Jual:  Rp 30.000 – Rp 60.000

LATAR BELAKANG

Konsep
Mengajak muslimah yang belum bertemu jodoh untuk semakin mencintai Allah. Buku ini adalah teman bagi muslimah untuk melesatkan potensi diri hingga akhirnya siap untuk menerima ketetapan jodoh dari Allah.

Desain
Ilustrasi kartun muslimah yang sedang menyeka air mata sambil tersenyum. Judul buku yang dominan mengisi cover.

Tema
Bersabar dan produktif selama menanti jodoh

Manfaat bagi Pembaca dan Kelebihan
  • Menyadari keistimewaan seorang muslimah
  • Menjaga keistimewaan itu agar tetap istimewa
  • Menggali potensi diri
  • Menemukan hal baru untuk dipelajari
  • Menjadi pribadi muslimah yang tegar dan bersyukur atas ujian yang datang dari Allah
  • Menjadi muslimah yang pantang menyerah
  • Dilengkapi quotes bergambar sebagai penyemangat untuk muslimah agar menjadi pemenang atas ujian yang sedang dihadapi
  • Disajikan dalam bahasa sehari-hari namun tetap memperhatikan EYD.


Faktor Lain
Hal yang dapat membatalkan keputusan pembaca untuk membeli buku ini:
  • Telah memiliki buku sejenis
  • Tampilan buku yang kurang menarik
  • Pembaca merasa kurang mendapat manfaat dari buku ini
  • Harga kurang sesuai dengan isi buku


🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡🌻🌡

Daftar Isi

I. Assalamu'alaikum, soleha!

II.Muslimah itu Super Special!     
  1. Keistimewaan yang Ada pada Muslimah     
  2. Melihat Diri Secara Utuh     
  3. Cintai Diri dengan Bersyukur 


III. Bila Jodoh Ternyata Belum Jodoh    
  1. Cuma Feeling VS Kekuatan Do'a    
  2. Because Allah Love You     
  3. Positive Thinking itu Harus! 


IV. Cara Elegan untuk Move On     
  1. Membuat Peta Kesuksesan     
  2. Menggali Potensi Diri     
  3. Berjanji untuk Menuntaskan Misi 


V. Senyum yang Manis, ya!     
  1. Sebab yang Halal Pasti Diridhoi Allah    
  2. Jadilah Pemenang atas Ujianmu     
  3. Siap Terima Lamaran?




Jumat, 09 September 2016

Muslimah Don't Cry (Book 1); Bila Jodoh ternyata Belum Berjodoh

Daftar Isi

I. Assalamu'alaikum, soleha!
II. Muslimah itu Super Special!
    1. Keistimewaan yang Ada pada Muslimah
    2. Melihat Diri Secara Utuh
    3. Cintai Diri dengan Bersyukur
III. Bila Jodoh Ternyata Belum Jodoh
    1. Cuma Feeling VS Kekuatan Do'a
    2. Because Allah Love You
    3. Positive Thinking itu Harus!
IV. Cara Elegan untuk Move On
    1. Membuat Peta Kesuksesan
    2. Menggali Potensi Diri
    3. Berjanji untuk Menuntaskan Misi
V. Senyum yang Manis, ya!
    1. Sebab yang Halal Pasti Diridhoi Allah
    2. Jadilah Pemenang atas Ujianmu
    3. Siap Terima Lamaran?

Rabu, 31 Agustus 2016

Muslimah Don't Cry (DAFTAR ISI)

DAFTAR ISI

I. Assalamu’alaikum Muslimah!
II. Muslimah Don’t Cry
  1. Because Allah Love You
  2. Melihat Diri Secara Utuh
  3. Potensi itu Harus Digali
  4. Jangan Mudah Memaklumi Kekurangan

III. Ambil Teropongmu Sekarang!
  1. Mimpi vs Tujuan
  2. Merencanakan Kesuksesan
  3. Berjanji untuk Menuntaskan Misimu!
  4. Positive Thinking itu Harus!
IV. Buat Peta Kesuksesanmu Sekarang!
  1. Wajib Punya Ijazah
  2. Kreatif Berwirausaha
  3. Menemukan Partner Hidup
  4. Menentukan Karier Ternyaman
V. Jangan Cengeng, plis...
  1. Muslimah Harus Kuat
  2. Move On!
  3. Jangan Ulangi Kesalahan


Jumat, 26 Agustus 2016

Delapan Ratus Kata Pengingat Tujuan



Foto: saya bersama Inspirasi kecil saya 😘

Bismillah, cerita sedikit ya...

Hari ini saya dibuat takjub dengan karya I Nyoman Nuarta. Meskipun karyanya ini belum terlihat utuh, namun sudah nampak kemegahannya. Ya, patung setinggi 75 meter ini merupakan ikon pariwisata Bali yang menggambarkan sosok Dewa Wisnu dan Garuda sebagai kendaraannya (Garuda Wisnu Kencana).

Saya tak kenal dengan I Nyoman Nuarta, namun melihat karyanya yang tak bisa dibilang biasa, saya jadi terinspirasi untuk menguatkan niat untuk berkarya.

Sekarang fokus tentang tujuan dan harapan saya dari kegiatan menulis. Check this out!

Menulis bukan tentang bakat. Saya berterima kasih kepada seorang yang juga menginspirasi saya untuk meyakini bahwa siapa pun bisa menulis. Teh Indari Mastuti dalam kelas yang saya ikuti secara online mengatakan bahwa menulis itu butuh latihan. Semakin sering kita menulis maka akan semakin mudah kita untuk menulis. Ide bisa datang dari mana saja. Tak perlu takut salah atau takut tidak bagus. Yang terpenting adalah terus berlatih agar tulisan yang kita hasilkan bisa memiliki “nyawa”.
Sedih memang rasanya ketika saya memutuskan untuk tak berkarya di luar rumah. Namun, saya tak menyesali keadaan itu. Curhatan saya sudah saya tuangkan dalam artikel Merengkuh Surga dari Rumah ya. Jadi pembaca tahu deh sedikit latar belakang saya. Hehe

Saya menemui dunia baru dalam usia ke -25. Betapa ternyata Allah telah mengganti nikmatnya berkarya di luar rumah dengan nikmat yang jauh lebih menentramkan hati, menjadi seorang ibu. Menikmati setiap menit bisa menyentuh, memandang, dan membuat dokumentasi bersama si kecil itu hal yang jauh lebih bisa saya nikmati. Meskipun, tak sedikit juga yang memandang remeh posisi saya. Maklum, cuma Ibu Rumah Tangga. Masih suka dianggap pekerjaan kurang keren bagi sebagian orang. Hehe

Dunia baru saya ini amat warna-warni. Hingga tiap momen rasanya ingin sekali diabadikan dalam karya. Diantaranya cerpen berjudul Sujud dan Bertahan (dibaca ya, kasih komen, trus di share.ehehehe). Saya ingin tulisan saya menjadi souvenir abadi untuk orang yang saya cintai. Agar suatu hari jika saya tiada, ada bukti konkret bahwa saya menyayangi mereka dengan sepenuh hati.

Meskipun dunia baru saya ruang lingkupnya terasa sempit (ya iya lah! Lha wong tinggalnya di kontrakan 3x4 meter doang), namun saya ingin juga turut memberi manfaat. Sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Pasti pernah dengar ya hadits Rosulullah yang satu ini. Saya ingin karya yang saya buat dapat menginspirasi pada kebaikan. Tidak menjerumuskan generasi penerus bangsa pada kesesatan, apalagi kegalauan. Saya ingin karya saya dapat dinikmati sebagai sesuatu yang bergizi bagi hati dan pikiran pembaca.

Dalam ilmu psikologi menulis ternyata memberi efek positif bagi kesehatan. Menulis sebagai kegiatan katarsis atau pelepas ketegangan, bermanfaat untuk melepaskan emosi dengan cara yang positif. Rutin menulis dapat membuat kita mengenal diri kita dengan baik dan mengetahui apa yang menjadi tujuan kita. Seseorang yang rutin menulis akan lebih terkontrol perasaannya, terutama pada hal yang sifatnya traumatis. Bagi saya, menulis merupakan salah satu kegiatan refreshing. Di sela sumpeknya kegiatan IRT, menulis membuat diri saya merasa memiliki arti.

Saya punya mimpi, suatu hari karya saya dapat membawa saya mengunjungi tempat-tempat istimewa. Saat melakukan perjalanan dengan pesawat, saya menghindar dari kegiatan membaca majalah yang diterbitkan maskapai penerbangan. Kenapa? Karena mupeeeeeng pakai banget. Foto-foto destinasi wisata di majalah itu aduhai amat menggoda jiwa traveller saya. Siapa sih yang enggak suka travelling? Dulu saya ingin sekali bisa jalan-jalan keliling Indonesia bareng teman-teman. Namun, keinginan itu saya revisi. Saya ingin bisa travelling bersama suami, anak, juga karya-karya saya. Bumi Allah amat luas. Banyak sekali tempat yang rasanya sayang untuk tidak disinggahi. Selain untuk dinikmati keindahannya, ingin juga saya tuangkan dalam karya. Semoga mimpi ini Allah kabulkan. Aamiin (tolong di-aamiin kan juga ya)

Menulis saya harap menjadi salah satu kegiatan positif yang bisa saya wariskan kepada keturunan saya. Saya ingin memberi sebuah pengalaman bahwa menulis juga merupakan salah satu kegiatan yang bermanfaat. Semasa kuliah bundamu ini pernah jadi pengurus buletin kampus, nak. Bunda kangen sebenarnya bisa ngisi dan ngedit artikel lagi. Tapi bunda juga ingin bisa menemani tumbuh kembangmu. Bunda sayang kamu tapi bunda juga sangat ingin berkarya. Berkarya sambil nemenin kamu di rumah aja deh ya biar bisa bareng kamu terus. Hiks, bunda jadi curhat gini deh… (curhat dong, Mah!)

Mendidik dengan tulisan, juga menjadi harapan saya terhadap karya yang saya hasilkan. Sebagai orang yang tak lagi berada di depan kelas untuk mengajar, saya ingin sekali agar karya saya kelak dapat menjadi media bermanfaat dalam menyampaikan nilai-nilai yang mendidik. Saya sadar dunia makin kurang ramah terhadap tumbuh kembang anak-anak. Sudah semakin sempit ruang untuk anak-anak menikmati masa kecil. Mulai dari tidak ada tempat bermain outdoor yang luas, paparan tayangan televisi yang makin tidak baik dikonsumsi anak, sampai arus games yang rasanya tak terbendung. Anak-anak tumbuh terlalu cepat, dan sayangnya sebagian orangtua tak menyadari itu. Gadget yang seharusnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, malah membuat si anak jadi pribadi yang tumbuh kembangnya terganggu. Tidak sedikit lho orangtua yang akhirnya menyesal karena anaknya jadi anti sosial, lambat bicara, mudah emosi, dan lain sebagainya akibat memberi gadget terlalu dini pada anak. Saya ingin sekali bisa menghasilkan karya yang bisa mengedukasi kita sesama orangtua agar menjadi orangtua yang memberikan sesuatu yang tepat untuk anak kita. Sebab anak kita bukan hanya sebagai generasi penerus garis keturunan keluarga kita saja, melainkan juga sebagai generasi yang akan memimpin bangsa ini di masa depan.

Semoga apa yang saya tuliskan hari ini bisa membuat niat saya semakin mantap untuk berkarya. Selain itu, jika arah saya dalam menulis melenceng saya harap tulisan ini menjadi pengingat saya untuk kembali lurus. πŸ˜€

Mohon doa serta dukungan pembaca agar saya bisa konsisten dengan apa yang saya tulis hari ini. Bantu saya untuk jadi lebih baik dengan menuliskan tanggapan pada setiap postingan saya. πŸ€—

Terakhir, semoga tulisan saya bisa menambah pengetahuan pembaca. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan bernilai pahala bagi saya. AamiinπŸ˜ƒ

Denpasar, 26 Agustus 2016
Riovani Dian Putri

Sabtu, 21 Mei 2016

Ratri Ismaniah: IRT Jago Ngelapak di Market Place

Menjadi seorang ibu yang sepenuhnya di rumah tak membuat Ratri “mati gaya”. Menjalankan bisnis beromzet jutaan rupiah bisa Ratri jalankan tanpa meninggalkan kewajibannya mengurus rumah tangga. Koq bisa? Yuk simak kisah Ratri, IRT yang jago melapak di market place.

Rutinitas mengurus rumah tangga kadang menjemukan, apalagi kesempatan bekerja di luar rumah tak mendapat restu dari suami. Namun, ibu 2 orang putri ini tak kehabisan ide. Berawal dari kesulitan menemukan gamis yang nyaman bagi dirinya yang masih menyusui, munculah ide membangun online shop. Sagwa Shop hadir sebagai reseller dengan modal awal Rp 0,- (nol rupiah). Keuntungan yang diperoleh sedikit demi sedikit dikumpulkan untuk modal menyetok barang. Tantangan baru menjadi stockis pun dimulai. Ratri harus mengenalkan Sagwa Shop ke pasar yang lebih luas, agar usahanya bisa berkembang. Inilah yang melatarbelakangi Ratri membawa Sagwa Shop ke market place, seperti Bukalapak dan Tokopedia.

Melapak di market place pun tak semudah seperti yang diiklankan. Butuh trik khusus untuk bisa bersaing dengan produsen, agen, distributor, sampai reseller dan dropshiper yang telah melapak lebih dulu. Bergabung dalam komunitas membuka jalan bagi Ratri untuk belajar ilmu bisnis online dari para top seller. Usahanya pun kian mendapat respon positif setelah 3 bulan melapak di market place. Kini Sagwa Shop mampu meraup omzet jutaan rupiah.

Sagwa Shop hanya melayani pembelian di market place, yaitu: 
www.bukalapak.com/sagwa_shop
www.tokopedia.com/sagwashop
www.shopee.co.id/sagwa_shop

Komunitas bukalapak banyak membantu para pegiat bisnis online untuk lebih memajukan bisnisnya, termasuk Ratri. Oleh sebab itu, Ratri yang kini dipercaya sebagai koordinator lapangan Komunitas Bukalapak Wilayah Karawang (BL Ranger), siap membagi ilmu sukses melapak di market place

Rabu, 18 Mei 2016

Bunga Twin Hijab, Bisnis yang Dibangun dengan Niat Berzakat 100 Juta Per Tahun


Tak ada kata terlambat untuk memulai sebuah bisnis. Usia 45 tahun menjadi momen kebangkitan jiwa wira usaha dari ibu 4 orang anak ini. Di tengah kesibukannya menjadi abdi negara, Sri Sumarni menuangkan passionnya dalam bidang fashion muslimah dalam brand Bunga Twin Hijab.

Bunga Twin Hijab pada mulanya merupakan usaha offline yang pasarnya masih terbatas pada lingkungan sekitar. Mengandalkan sistem pre order untuk memenuhi permintaan pasar, produksi masih sangat bergantung pada jumlah pesanan yang masuk. Nama Bunga Twin Hijab (BTH) dipilih dengan harapan agar usaha yang dirintis menjelang pensiun dini ini, kelak bisa diteruskan oleh kedua putri kembarnya.

Sri Sumarni menyadari betul bahwa sebuah bisnis tak mampu berkembang tanpa adanya tim. Oleh karena itu, ibu pecinta drama korea ini pada April lalu meluncurkan produk-produk BTH secara online. Dengan menerapkan ilmu marketing online omzetnya melesat hingga 300% dan memiliki 15 reseller dalam kurun waktu 2 minggu. 

Harapan yang Sri Sumarni gantungkan sebagai penyemangat kemajuan BTH adalah niat untuk mengeluarkan zakat 100 juta rupiah per tahun. Sri berharap agar produk BTH kian banyak diminati pasar lokal dan pasar internasional. Oleh karena itu, Sri Sumarni membuka peluang bagi yang ingin bergabung menjadi tim BTH untuk segera menghubungi via whatssapp di nomor 081321733340. Koleksi lengkap BTH dapat dilihat di akun instagram dan fan page Bunga Twin Hijab. Mau kenal lebih jauh dengan owner BTH? Langsung add pertemanan akun FB Sri Sumarni. Semoga bermanfaat, semoga menginspirasi. 

Selasa, 17 Mei 2016

Sehat dengan Fresh Milk from Depok





Susu sejak dulu dikenal sebagai minuman yang menyehatkan. Hal ini dikarenakan susu yang dihasilkan oleh sapi memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap. Dalam 100 gram susu sapi segar terkandung 70.5 kilo kalori, 3.4 gram protein, dan 3.7 gram lemak. Selain itu, susu juga mengandung mineral seperti kalsium, fosfor, dan zat besi. Tak heran jika mengkonsumsi susu setiap hari dapat membuat tubuh menjadi sehat. Inilah yang mendorong Mahfiroh untuk memulai bisnis susu segar yang bebas pengawet dan gula tambahan.

Mii Moo Fresh Milk adalah brand yang diusung ibu 2 orang anak asal Puri Bali, Sawangan, Depok ini. Berhenti bekerja dari perusahaan media ternama karena memilih fokus pada keluarga, Mahfiroh terjun bebas ke dunia bisnis. “Terpikirkan jualan susu sapi murni, karena kebanyakan orang kalau mau minum susu sapi murni harus ke Bogor. Karena saya suka susu, saya beranikan untuk jualan susu. Selain itu, semua kalangan, tua muda dan anak-anak membutuhkan susu,” tutur mantan reporter ini menjelaskan latar belakang Mii Moo Fresh Milk.

Mii Moo Fresh Milk yang baru berusia 7 bulan memiliki produk andalan susu sapi murni, yoghurt yang di dalamnya terdapat jelly dengan varian rasa mangga, melon, leci, anggur, jeruk, dan strawberry. Seiring berjalannya waktu dan permintaan pasar, produk Mii Moo Fresh Milk pun berkembang. Mulai dari susu kambing segar dan produk turunan susu lainnya. Dalam sepekan, Mii Moo Fresh Milk bisa menghabiskan sekitar 50 liter susu murni dan 35 liter yoghurt.

Mahfiroh berharap usaha nya ini bisa berkembang menjadi sebuah kedai fresh milk agar semakin banyak yang bisa menikmati sehat dan segarnya produk Mii Moo Fresh Milk. Follow @mii_moo_freshmilk dan fb MiiMooMafi untuk kenal produk-produk fresh nya Mii Moo Fresh Milk lebih lanjut. Ayo hidup sehat, ayo mimi susu! Moo...




Minggu, 15 Mei 2016

Busy Book Elbahri: Ladang Baru Bisnis Kreasi Flanel







Busy book atau yang lazim dikenal dengan quite book, merupakan kumpulan permainan yang dirancang untuk memberi stimulus untuk perkembangan motorik balita dalam bentuk buku. Balita koq kegiatan nya pakai buku? Eits, tenang saja. Busy book tidak menggunakan material kertas, melainkan kain flanel dan katun. Jadi tak perlu khawatir sobek atau rusak.
Di era digital seperti saat ini, gadget menjadi barang yang tak mungkin terhindarkan untuk digunakan. Namun, paparan gadget yang terus-menerus pada anak amat sering membuat para orang tua khawatir. Terutama jika si balita sudah mulai berlama-lama berinteraksi dengan gadget. Sangat disayangkan jika si ballita yang seharusnya bermain menggerakan anggota tubuh sambil mengasah panca indera dengan bersentuhan langsung dengan benda-benda di sekitarnya, malah menjadi pasif bermain dengan layar. Busy book dapat menjadi alternatif kegiatan untuk balita.

Busy book Elbahri, adalah salah satu brand yang merangkum kegiatan bermain agar balita “sibuk” mengenal tekstur, warna, dan bentuk. Asyiknya lagi, busy book Elbahri juga bisa menjadi tempat menumpahkan imajinasi balita dengan bimbingan ayah bunda. Ayah bunda dan si kecil dapat menciptakan sebuah cerita dengan memanfaatkan lembar demi lembar kegiatan yang ada di busy book Elbahri.

Bunda Akmalya Chairunnisa adalah sosok kreatif yang membuat busy book Elbahri. Berawal dari hobi bunda Akmal yang menyukai dunia craft, bunda Akmal telah memulai bisnis kreasi flanel dengan memproduksi huruf dan dompet sejak SMA. Saat menempuh pendidikan di perguruan tinggi bunda Akmal makin mantap berkreasi dengan produksi boneka wisuda dan boneka pengantin dari flanel. Keterampilan bunda Akmal dalam berkreasi flanel semakin meningkat dengan hadirnya produk-produk unik seperti sepatu bayi, bantal nama, juga bros cantik. Dengan keahlian yang bunda Akmal miliki, tentu bisa dibayangkan ya bagaimana detil dan kerapihan busy book Elbahri ini. Sejak 6 bulan busy book Elbahri diluncurkan, respon pasar pun positif. Sudah 60 set busy book sampai ke tangan konsumen di berbagai wilayah Indonesia.
Meskipun saat ini baru dibantu oleh 1 orang karyawan, busy book Elbahri diharapkan mampu menjadi salah satu inspirasi bisnis kreatif yang bisa dijalankan bunda dari rumah. Bunda Akmal berharap busy book Elbahri dapat tumbuh menjadi sebuah bisnis keluarga yang bisa terus dijalankan, oleh karena itu busy book Elbahri membuka kesempatan bagi yang memiliki keahlian dalam bidang craft dan menjahit dan berdomisili di sekitar Rawamangun atau Matraman, Jakarta Timur untuk bergabung dalam keluarga busy book Elbhari sebagai tenaga produksi.

Penasaran dengan busy book Elbahri? Langsung kunjungi akun instagram @busybookelbahri. Untuk mendapatkan produk busy book Elbahri atau bagi bunda yang berminat menjadi reseller busy book Elbahri, dapat langsung mengontak bunda Akmal via whatsapp 085692233278 atau LINE: bundafatih1614.

Testimoni salah satu customer busy book Elbahri:



Rabu, 11 Mei 2016

Kupas Rahasia Bisnis Daycare Rumahan

Angka wanita bekerja di Indonesia yang mencapai 54,44% menunjukan makin meningkatnya peranan wanita dalam mendongkrak perekonomian negeri ini. Bekerja di usia produktif mengharuskan ibu pekerja untuk konsisten bekerja tanpa melupakan kebutuhan si kecil. Daycare, menjadi pilihan bagi ibu pekerja untuk memenuhi kebutuhan si kecil selama jam kerja berlangsung. Dengan kehadiran daycare ibu pekerja tetap bisa menjalankan pekerjaan tanpa mengabaikan kebutuhan si kecil memperoleh pengasuhan, makanan bergizi, juga teman bermain. Daycare dengan standar kesehatan yang baik, pengasuh yang cekatan, dan program belajar yang menyenangkan merupakan pertimbangan ibu pekerja dalam memilih tempat daycare terbaik untuk buah hati agar tak merasa was-was selama bekerja.

Kebutuhan akan kehadiran daycare ini membuka peluang dalam bisnis tempat penitipan anak  kian terbuka. Bisnis ini dapat dijalankan oleh siapa saja, bahkan oleh ibu rumah tangga sekalipun. Daycare rumahan adalah taman penitipan anak yang diselenggarakan di rumah pribadi atau menyewa tempat khusus untuk terselenggaranya kegiatan penitipan anak. Bisnis ini telah sukses dijalankan oleh Ummi Aleeya dan Wuri Greenkids. Rahasia bisnis daycare rumahan telah dituangkan di ebook “Rahasia  Bisnis Daycare” oleh Ummi Aleeya. Wuri Greenkids pun telah menuliskan pengalaman dalam merintis dan mengelola daycare rumahan dalam buku “Ladang Duit dari Bisnis Daycare.

Kabar gembira bagi Anda yang memiliki keinginan untuk menjalankan bisnis daycare, Ummi Aleeya dan Wuri Greenkids akan berbagi ilmu seputar bisnis daycare rumahan dalam training “Seluk Beluk Daycare Rumahan” yang diselenggarakan secara online pada tanggal 15 Mei 2016. Training online ini bertujuan mengajak para ibu untuk peduli dan memiliki daycare rumahan yang dikelola secara profesional. Jika Anda ibu yang memiliki tempat yang layak di rumah, cinta anak, penyabar dan penyayang dan memiliki jiwa wirausaha sangat cocok untuk mengikuti training ini. Manfaatkan kesempatan ini untuk memulai bisnis daycare rumahan Anda.


INFO & PENDAFTARAN TRAINING :

Selasa, 03 Mei 2016

Panduan Wisata Halal Kupang : Pasar Malam Kampung Solor


Kota Kupang tempat kami bermukim sekarang merupakan kota kecil yang dikelilingi laut. Ibu kota provinsi Nusa Tenggara Timur ini memiliki panorama pantai yang masih asri. Meskipun cuaca lebih sering panas, namun tetap asyik untuk dijelajahi. Sebagai muslim, tentu saya merasa tertarik untuk mencari spot wisata yang menyajikan menu halal dan lingkungan yang asyik buat keluarga kecil kami, mengingat di sini penduduknya didominasi nasrani sehingga kami perlu cermat memilih yang halal dan baik untuk kami.
Malam minggu menjadi waktu yang pas untuk wisata kuliner ke Kampung Solor. Pasar Malam Kampung Solor yang terletak di pesisir teluk Kupang, tepatnya di Jl.Siliwangi Kelurahan Kampung Solor, Kota Kupang, menjadi satu dari sekian banyak spot favorit untuk menikmati hidangan laut yang asli masih segar. Mulai dari ikan, udang, kerang, bahkan lobster segar bisa dijumpai di sini. Hasil laut yang didapat oleh nelayan berasal dari perairan yang masih terjaga kebersihan dan keindahannya. Cara menangkap ikan nya pun masih dilakukan secara tradisional, tanpa bahan kimia. Sehingga, dapat terjamin kualitas dan kesegaran hasil lautnya.
Soal harga, sangat beragam. Eits, jangan khawatir harga yang ditawarkan pedagang masih bisa dinego koq. Kita bebas mau pilih ikannya, boleh juga nawar sebelum deal untuk dibakar, asyik kan? πŸ˜‰
Pasar Malam Kampung Solor buka mulai pukul 17.00 WITA sampai tengah malam. Kalau kebetulan sahabat ada yang lagi melancong ke Kupang, cobain deh kulineran di Pasar Malam Kampung Solor. Ga usah takut nyasar, karena hampir semua penduduk Kupang tahu dimana letak Pasar Malam Kampung Solor. Eits, tapi jangan nyari di pagi atau siang hari ya. Karena sahabat hanya akan menemui meja dan kursi yang disusun terbalik memenuhi tepi jalan. Selamat mencoba!


Rabu, 27 April 2016

Ibu Cerdas, Ayo Gabung Komunitas!

Anda ibu rumah tangga yang punya segudang ide? Ingin berbagi ide serta pengalaman? Atau sekedar butuh wadah menumbuhkan bakat? Ayo gabung di komunitas! Komunitas untuk ibu rumah tangga? Memangnya ada? Jelas ada! 

Era digital seperti sekarang, membuat jarak seolah tak memiliki arti. Kita bisa berkomunikasi dengan siapa saja dari mana saja. Bersosialisasi dapat dilakukan meskipun tidak setiap hari bertatap muka. Namun alangkah sayangnya jika hanya dimanfaatkan untuk sekedar membicarakan hal yang kurang bermanfaat. Bergabung dalam komunitas memiliki beragam keuntungan. Diantaranya, memiliki banyak teman untuk bertukar ide serta pengalaman hingga menghasilkan karya secara bersama-sama. Bayangkan betapa menyenangkan jika di sela-sela waktu yang kita miliki bisa dimanfaatkan untuk sesuatu yang bernilai manfaat sekaligus menambah saudara.
Cerdas dalam memilih komunitas, menjadi penentu tercapainya tujuan yang ingin diraih. Karena dengan memiliki pengetahuan tentang suatu komunitas, kita bisa menentukan komunitas apa yang bisa menjawab kebutuhan kita. Pilihlah komunitas yang bisa mendorong anggotanya untuk kreatif dan produktif dalam berkarya. Komunitas yang sehat, tentu akan membuat anggotanya aktif dan berani memunculkan ide kreatif hingga menjadi sebuah karya. Mau menjadi makin cerdas dengan berkarya? Pasti mau dong! 

Komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) merupakan salah satu komunitas yang patut diusut eksistensinya. Mengapa? Karena komunitas yang telah berdiri sejak Mei 2012 ini sudah memiliki ribuan anggota yang didominasi ibu rumah tangga dari berbagai wilayah di Indonesia bahkan di manca negara. Komunitas ini memiliki kegiatan yang tidak biasa dilakukan ibu rumah tangga. Komunitas ini menjadi wadah bagi perempuan untuk menggali ide, menghasilkan karya, juga memberi dukungan untuk terus produktif menulis. Tak heran jika anggota komunitas IIDN ada yang telah menjadi penulis profesional. Sambil belajar bisa bersosialisasi, bahkan bisa menghasilkan uang. Siapa mau? Saya! (sambil menunjuk diri sendiri). 

Yuk kita produktif dalam berkarya. Ajakan ini serius lho! Saya ingin sukses lewat apa yang saya bisa lakukan saat ini. Membagi waktu mengurus rumah tangga, dan memanfaatkan “me time” dengan menulis. Kapan lagi bisa gabung di komunitas yang mewadahi, membimbing, dan menyalurkan hobi sekaligus? Semoga info ini bermanfaat bagi pembaca yang memiliki minat yang sama dengan saya. Salam IRT sukses! 

Minggu, 24 April 2016

Jejak Bisnis Online Femmy Maharani di Tanah Papua

Menjadi seorang ibu rumah tangga yang sepenuhnya di rumah adalah pilihan yang baik, namun menjadi ibu rumah tangga yang berbisnis adalah pilihan yang cerdas. Selain mengurus segala kebutuhan anggota keluarga, ibu cerdas juga perlu mengembangkan potensi diri sekaligus mendapatkan bonus berupa penghasilan tambahan dengan mengelola bisnis. Banyak peluang bisnis yang bisa dijalankan oleh ibu rumah tangga, namun banyak juga yang belum berani melangkah untuk memulai bisnis.

Kendala yang paling umum adalah modal dan waktu. Seorang ibu rumah tangga yang menghabiskan sebagian besar waktunya di rumah, biasanya kesulitan membagi waktu juga konsentrasi antara mengurus rumah tangga dengan berbisnis. Modal bisnis pun tak luput dari perhatian ibu rumah tangga dalam memulai bisnis, karena beranggapan sebuah bisnis harus dibuka dengan modal yang besar. Anggapan demikian tidak sepenuhnya benar, Femmy Maharani telah membuktikan bahwa bisnis tidak selalu membutuhkan modal yang besar dan bisa dilakukan dari rumah sambil mengurus rumah tangga.

Femmy, wanita lulusan Sekolah Menengah Atas yang gagap teknologi, memberanikan diri memulai bisnis yang mengandalkan pemasaran secara online pada Januari 2015. Bergabung menjadi salah satu konsultan Oriflame, membuka jalan bagi ibu dua orang putra ini untuk mengembangkan potensi diri sekaligus mendapatkan penghasilan dari berbisnis. Dengan memanfaatkan fasilitas dBC- Network yaitu : member area, e-training, dan tools marketing,  sangat membantu pemilik akun https://www.facebook.com/MaharaniFemmy ini untuk membebaskan diri dari gagap teknologi juga memperluas jaringan bisnis meskipun dijalankan dari rumahnya di Papua.

Kunci dari bisnis online Femmy adalah disiplin mengatur jadwal kerja. Menurutnya, bisnis yang dijalankan dari rumah juga harus memiliki aturan waktu dalam mengerjakannya. Bisnis Oriflame ia kerjakan 2 jam di pagi hari setelah selesai mengerjakan pekerjaan rumah, dilanjutkan dengan 4 jam di siang hari, kemudian 4 jam di malam hari. Setiap hari Femmy lakukan dengan konsisten, karena yakin yang ia lakukan merupakan proses yang harus dinikmati agar bisnisnya maju.

Berada jauh dari ibu kota tidak membuat Femmy berkecil hati mengelola bisnis Oriflame. Karena ia yakin, kesuksesan merupakan hak bagi siapa saja yang mau berusaha. Anda terinspirasi untuk sukses juga? Simak bisnis Femmy lebih lanjut denganmengakses web pribadi Femmy: http://femmymaharani.blogspot.co.id dan fanpage Femmy:  https://www.facebook.com/PageFemmyMaharany .

Jangan tunda esok hari, jika Anda bisa menentukan jalan sukses Anda dengan menapaki jejak sukses bisnis dari rumah ala Femmy Maharani hari ini. Lebih dekat dengan bisnis Femmy, langsung hubungi WA : 085244102778 atau PIN 5EE1CA80.





Selasa, 12 April 2016

Olah Asa

Bismillah,
Alhamdulillah atas hari yang masih Engkau berikan untuk hamba. Setidaknya ketika pagi datang, hati ini masih memberikan ruang untuk rasa syukur juga harapan. Di masa yang tak bisa ku sebut sebagai masa jaya untuk bisnis baruku, aku menitipkan sebuah asa pada kayuhan usaha ku yang mungkin belum semulus teman-teman. Setiap sujud pagi ku ketika si kecil tengah terlelap karena perut telah terisi gizi dan tubuh sudah resik mandi pagi, ku sematkan asa ku pada do'a. Semoga, semoga, dan semoga. Teriring kepasrahan pada Yang Maha Kaya, aku ini bukan siapa-siapa, aku pasrahkan hasil dari setiap kayuhan usaha ku. Di sini belum ku temukan teman sejalan. Aku kadang buntu karena tak ada lawan bicara. Bukan tak ku nikmati kebersamaan si kecil, namun asa ini terus mengusik agar aku terus bergerak. Mungkin dunia yang kini ada dalam genggaman ponsel pintar adalah dunia baruku untuk mencari teman sejalan. Biarpun hampir seperti terseok-seok, tak mengapa. Mungkin aku baru pantas menjadi sperti ini. Aku harus belajar, agar tak semakin tertinggal. Banyak yang belum ku punya untuk menggenggam kejayaan. Biarlah perlahan namun harus tetap pada kepastian. Aku harus berjuang mencari pintu yang terbuka untuk ku. Untuk semua asa yang ku yakin masih akan terus ada, aku pasti bisa !

Owner House of Athar Khalila,
Kupang, 13-April-2016

Senin, 11 April 2016

Karena Mengenalmu tak Cukup Semalam

Bismillah,
Selamat malam menjelang tidur 😴
Entah kenapa malam ini hati saya kembali terusik pada pria nekat yang sudah lelap tertidur dalam kelelahannya. Malam ini do'i (asik gaya anak 90-an banget 😀) lembur menyelesaikan pekerjaan nya di kantor. Pukul 21.00  ia baru pulang ke rumah. Seperti biasa, si kecil enggan bobo kalau ayahnya belum pulang. Masih mau main dan nonton tv. Kalau minta nonton dia bilang, "tivi...tivi.." lalu saya tanya, "emang athar mau nonton apa?", cepat si kecil menjawab,"bita!" Hihi...anak soleh udah ngerti berita tv. Okelah kita nonton berita sampai ayah pulang.
Akhirnya yang ditunggu tiba, si kecil yang sebenanrnya sudah mengantuk mulai cari perhatian ayah. Meskipun ayah juga kelihatan lelah, tapi tetap meladeni si kecil main sambil mendengar sepotong cerita hari ini dari saya. Hingga akhirnya si kecil benar-benar minta bobo, baru ayah rehat.
Ya Allah, ternyata dia benar-benar orang baik. Bukan seorang yang main-main dengan pilihannya. Sebutan orang nekat yang kadang saya jadikan bahan bercandaan dengannya justru menjadi nilai tambah bagi dirinya. Awalnya dia tidak mengenal saya sama sekali. Dia tidak tahu bagaimana sifat saya, tidak tahu keluarga saya, tidak tahu latar belakang saya, koq tahu-tahu bilang yakin mau menjadi imam saya. Dan anehnya lagi, koq ya saya juga mau aja ya? 😅
Selama menjalani rumah tangga, apalagi sejak jadi keluarga perantau, saya kembali menemukan sisi yang membentuk pribadi dirinya. Apa yang ia sukai, apa yang tidak ia sukai, ekspresi yang sebelumnya belum pernah terlihat,dan lain-lain deh. Hihi... mungkin inilah hikmah kita menjalani rumah tangga. Setiap hari ada momen kita saling belajar, kita saling kenalan, kita saling egois dengan pendapat kita tapi ujung-ujungnya baikan lagi, dan apa saja yang membuat kita semakin dewasa.
Sayang, saat aku memberikan pijatan pada tangan mu, aku tahu kamu begitu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kami. Tahu tidak? Tangan mu terasa lebih kasar dari sebelumnya. Ga masalah sih, tapi aku makin merasa disayang. Kamu pasti berusaha lebih bersungguh-sungguh dari sebelumnya. Di sini, kami belajar menjadi orang tua seutuhnya bagi anak kami. Kami berusaha memberikan perlindungan juga berusaha memenuhi kebutuhan si kecil dengan apa yang kami bisa. Allah amat menyayangi kami. Kami disatukan dalam cinta halal yang didalamnya banyak bernilai ibadah. Semoga kami mampu menjalani cinta halal ini hingga jannahNya. Semoga kami mampu terus belajar menjadi penyeimbang pribadi pasangan kami. Semoga kami mampu menjadi salah satu teladan bagi kehidupan rumah tangga keturunan kami selanjutnya. Aamiin
Selamat beristirahat kekasihku, lelahmu semoga menjadi amal soleh bagimu. Aamiin
I will love u always 😘

Kamis, 07 April 2016

Ibuku adalah Ibumu, Ibumu juga Ibuku

Bismillah,
Tulisan ini bukan tentang "Ibu yang Tertukar" ya 😂
Sahabat IRT masih bisa memeluk ibunya saat ini? Kalau begitu peluk dulu deh biar makin nambah rasa sayangnya ke ibu 😉
Saya adalah anak yang suka berdiskusi dengan ibu saya. Apalagi menjelang saya dikhitbah, woooo makin sering deh kita bicara dari hati ke hati. Banyak pesan yang beliau sampaikan pada saya. Meskipun beliau bukan ustadzah yang hafal ayat atau hafal hadits, namun nasihat beliau selalu beriringan dengan tuntunan Rasulullah. Dengan gaya khas nya bertutur, beliau sesekali menitikan air mata. Sesekali bayangan saya di masa kecil terlintas. Tiba-tiba ibu tersenyum tapi matanya terlihat ada genangan. Ibu menyadari bahwa masa ku menikah hampir tiba. Tidak ada lagi Dian yang suka berlarian sana-sini, tidak ada lagi Dian yang suka memanjat pohon jambu, tidak ada lagi Dian yang suka bernyanyi sambil menjerit-jerit, tidak ada lagi Dian yang.... ah dan masih banyak lagi memori masa kecilku yang "enggak banget" yang beliau ceritakan sambil tertawa tapi sekaligus menitikan air mata. Waktu cepat berlalu, tidak tahunya dulu bayi kecil ibu yang 3 hari 3 malam susah keluar dari rahim ibu kini sudah mau menikah. Ya bu, jodoh saya sudah Allah datangkan di hadapan kita. Semoga kedatanga nya bisa membuat diri saya lebih baik dan juga membuat saya tetap memiliki kesempatan beramal soleh terhadap ibu juga bapak. Aamiin.
Menikah menjadi pertanda beralihnya tanggung jawab orang tua ke pundak sang suami. Sepenuhnya saya menjadi tanggungan suami. Pakaian, makanan, dan minuman yang halal dan baik menjadi tnggung jawab suami. Termasuk bertanggung jawab terhadap akhlak dan ibadah saya. Suami menjadi imam, tak sekedar simbol kepemimpinan saja,namun juga pelopor dan panutan bagi perbaikan akhlak dan ibadah saya. Oleh karena itu, ibu saya berpesan untuk tidak melalaikan posisi suami sebagai imam. Dahulukan kebutuhan suami, muliakan orang tua nya, jagalah hubungan baik dengan keluarganya, baru setelah itu saya beramal soleh untuk kedua orang tua saya. Menjaga keluarga suami, berarti pula menjaga kehormatan suami, maka ridho suami pun akan datang. Apapun yang saya lakukan akan mendapat restu suami, dan jelas ini pun salah satu bentuk amal soleh untuk ibu dan bapak. Duh, ibu... 😭
Posisi saya adalah posisi paling strategis buat menjaga keharmonisan keluarga. Jika saya tak imbang memperlakukan keluarga saya dan keluarga suami, salah satu dari kita pasti akan tersakiti. Bukankah kita menikah untuk mencari ridho Nya, jika kita saling menyakiti apakah ridho Nya akan hadir untuk keluarga kita?
Sahabat IRT, sayangi mertua kita bagaimanapun sikapnya pada kita. Ingatlah pada Allah, bukalah jalan surgamu dengan menyayangi kedua orang tua kita, juga mertua kita. Realistis lah... suami yang saat ini mendampingi kita dengan sepenuh cintanya adalah anak yang orang tua nya besarkan dengan baik, bukan yang tiba-tiba besar lalu melamar kita (horor...ada kali manusia lahir tinggal dilepeh langsung gede 😝). Jika bagi kita sikap mertua kita kurang menyenangkan, ayo kita bercermin. Mungkin ada yang kurang baik juga dari diri kita. Bicaralah yang baik, seringlah menegurnya, ajaklah bercanda meskipun kadang garing, perlakukan mereka layaknya orang tua kita sendiri.
Semoga kita termasuk istri yang kehadirannya selalu dirindu suami juga ibu bapaknya. Semoga keberkahan selalu menyertai ruma tangga harmonis kita.Aamiin 😇

Kupang, 7 April 2016

Selasa, 05 April 2016

Jangan Memandang Bintang

Bismillah,
Salam simpati untuk para IRT yang sedang berjuang meraih gelar "mompreneur". Aih! Keren ya mama, ibu, ummi yang biasanya HANYA mengerjakan urusan domestik rumah tangga ternyata punya semangat wirausaha. Alhamdulillah, saya amat bersyukur teman-teman IRT masih mau melebarkan sayap kebermanfaatan untuk orang-orang di luar sana. Jangan salah kaprah dulu ya, menjadi mompreneur bukan saja sekedar mencari rupiah. Eksistensi, saling membantu sesama, belajar banyak hal baru, membuka diri untuk wawasan baru, serta menjadi isnpirasi bagi sesamanya juga menjadi beberapa tujuan mulia seorang IRT biasa bermetamorfosis menjadi mompreneur.
Namun, perlu diingat. Tidak ada yang mampu mencapai keberhasilan tanpa usaha. Dalam proses usaha tersebut, tidak selalu mulus lancar sesuai yang direncanakan. Apalagi buat mompreneur newbi macam saya. Mental masih lembek, punya mimpi muluk, usaha masih tergantung mood, suka baper, tapi cepet pengen sukses. Haha, manusiawi...tapi ga realistis!
Karena suka ikut training online sana sini, friendlist fb pun berubah komposisinya : 70% pebisnis, sisanya teman-teman masa SD sampai kerja dulu. Time line saya bisa ketebak dong isinya apa? Hihi...iklan! Mulai dari yang pakai teknik gendeng ala master copywritting, sampai yang to the point sama jualannya. Belum lagi status-status para master mompreneur yang kadang menginspirasi, kadang ada juga yang terkesan pamer keberhasilannya mencapai sukses dengan cara yang bla bla bla dan banyak melalui pengorbanan bla bla bla. Nah, ini nih yang suka meninju mataku sampai mau menangis. Saya kemudian bercermin pada bisnis yang sedang saya rintis. Hello...apa kabar? Belum baik.hehe... Yak! Bisnis baju koko batik saya belum bertemu jodohnya. Target marketnya belum ketemu betul. Baru sukses membidik segelintir orang saja. Yang lainnya? Baju koko batik saya dianggap mahal,  saya belum paham takaran mahal atau murah itu dari mana padahal liat barangnya aja belum. Belum tahu kualitas batik dan jahitannya, udah dinilai mahal (baper). Mencoba menawarkan ke orang terdekat, malah diminta sample (baper). Mau coba produksi agak banyak, dibikin kecewa sama yang jahit (baper). Dan masih banyak hal yang membuat episode baper saya makin panjang. Striping kali'?
Yah, itulah... mompreneur itu status istimewa (bagi saya). Karena itu adalah salah satu pintu menuju kebermanfaatan bagi IRT. Dengan membuka usaha, kita bisa berbagi rezeki dengan siapa saja yang mau kita ajak kerjasama. Sekali lagi memang TIDAK MUDAH namun bukan berarti TIDAK MUNGKIN.
Berhentilah menatap bintang. Kembalilah pada kakimu yang menapak di bumi. Mereka yang sudah berhasil juga mungkin pernah ada di posisi start seperti saya. Masing-masing dari kita telah Allah tetapkan rezekinya. Jangan merasa Allah tak adil, kita lah yang sebaiknya menyadari kepantasan kita pada level yang mana. Mungkin saya memang belum pantas jadi mompreneur sukses, biarlah. Mungkin lain waktu saya bisa, biarlah saya telan pahit-pahitnya proses ini. Siapa tahu Allah telah menyiapkan kejutan manis untuk bisnis saya kelak. Tapi, kalau masih banyak pahitnya juga berarti saya ga bakat jadi mompreneur (tuh kan baper lagi), bukan ding... tapi kalau memang masih banyak pahitnya berarti saya masih belum pantas sukses, karena yang berhasil mencapai sukses mampu mengubah yang pahit jadi energi positif untuk membuatnya melesat lebih jauh.
Biarlah ini menjadi catatan awal saya dalam menjalani bisnis baju koko batik saya. Sebagai pengingat saya di kemudian hari betapa cengeng nya saya di posisi start ini. Semoga Allah beri jalan agar bisnis mompreneur semua lancar dan berkah tentunya. Aamiin :-)

Owner House of Athar Khalila,
Kupang, 05-04-2016

Minggu, 03 April 2016

Balitaku Mulai Nakal ? Saatnya Introspeksi Diri Bunda

Bismillah...
Semoga hari ini IRT hebat tidak melakukan kesalahan yang sama seperti saya. Sungguh, malam ini ada gunung rasa sesal di relung hati saya. Sekarang saya sedang memandang wajah teduh yang terpejam. Terlihat seberkas rasa puas menghabiskan energi untuk bermain dan membongkar apa yang ia mau. Dari sudut ke sudut rumah kontrakan kami tak menyisakan sedikitpun kerapian, padahal sudah dua atau tiga kali rumah ini disapu dan ditata. Imajinasi serta rasa ingin tahunya semakin hari semakin membuat kewalahan. Dulu, si kecil lebih penurut. Tapi tidak hari ini. Dulu ia mudah diarahkan, namun sekarang sulit dikendalikan. Jika ia punya mau langsung ia lakukan, tak diindahkan apa yang saya katakan. Jam tidur siang ia lewatkan, lebih memilih bermain bersama anak tetangga yang baru pulang sekolah. Jika saya larang, tangisan sejadi-jadinya pun pecah. Jadwal pekerjaan jadi kacau, saya pun kehabisan energi juga mungkin akal, sampai terbesit kalimat "balitaku mulai nakal". Astagfirullah... 😖
Menyesal sekali rasanya. Apa yang barusan saya pikirkan tentang mu,nak? Prasangka macam apa itu? Maafkan ya,nak. Bundamu ini masih sedikit sekali ilmu sabar nya 😭

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:

مَا مِنْ مَوُلُودٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلىَ الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ، كَمَا تُنْتِجُ الْبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيْهَا مِنْ جَدْعَاءَ؟

"Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanha lah yang akan menjadikannya sebagai yahudi, nasrani, atau majusi. Seperti hewan melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga) ?"

Inilah kealpaan saya. Saya lupa bahwa anak adalah titipan Allah. Ada masa saya akan dihisab tentang cara mendidiknya. Apakah kelak anak saya menjadi anak yang mencintai orang tua nya sampai akhir hayatnya atau sebaliknya? Apakah kelak anak saya akan mengimani Allah atau sebaliknya? Apakah kelak anak saya menjadi orang yang bermanfaat bagi umat atau sebaliknya? Semua tidak nampak hari ini, tapi apa yang saya lakukan mulai hari ini akan menentukan jati dirinya di masa depan.

Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.” –[QS. As-Sajdah (32): 56]

“Bantulah anak-anakmu agar berbakti! Barangsiapa yang mau melakukannya, ia dapat mengeluarkan sikap kedurhakaan dari diri anaknya.” –[HR. Ath Thabrani]

Ya Allah, seandainya anak ku tidak membuat berantakan isi rumah, apakah sebuah jaminan kelak ia tumbuh menjadi pemuda cerdas yang mencintai kerapihan? Seandainya anak ku tidak punya kemauan untuk bermain di jam tidur siangnya dengan anak tetangga apakah ada sebuah jaminan kelak ia menjadi seorang penurut yang selalu menepati jadwalnya dengan baik setiap hari ? Astagfirullah...ternyata saya menuntut terlalu banyak pada si kecil yang kemampuan nya tidak setara dengan saya. 😫👶
Semoga, penyesalan ini menjadi pelajaran buat bunda kurang ilmu macam saya. Ampuni hamba ya Allah, sesungguhnya si kecil adalah milikMu. Apapun yang sedang ia lakukan saat ini pasti tak luput dari pengetahuan Mu. Jadikan hamba seorang bunda yang pantas memiliki anak sholeh, mampukan hamba menyusuri proses ini dengan bekal kesabaran sebagai pelita hati. Jauhkan hamba dari prasangka buruk terhadap anak hamba, berilah petunjuk Mu agar hamba tak hilang arah menemukan jalan terbaik untuk keluarga hamba mencapai ridho Mu.
Untuk mas Athar Inspirasi Qolbun Saleem, maafkan bunda. Kita kerja sama memperbaiki yang salah, meluruskan yang belum benar, dan meningkatkan yang sudah baik, ya...
Yak! Kalau si kecil makin cerdas, bundanya harus lebih cerdas lagi dong! Setuju? 😘

Kupang, 3-April-2016

Sabtu, 02 April 2016

Merengkuh Surga dari Rumah

Bismillah...
Kabar baik ya sahabat IRT? Alhamdulillah. Semoga hati kita tetap lapang, pikiran tetap dingin, fisik juga mumpuni melaksanakan tugas negara setiap hari. Saya ingin mengajak sahabat IRT untuk bergembira. Please, jangan bersedih karena karier yang kalian tinggalkan. Sesungguhnya, inilah karier kita yang sesungguhnya. Menjadi seorang yang senantiasa ada untuk yang selalu merindukan rumah. Lagipula, sahabat kita yang berkarier pun ketika di rumah melepas label karier nya juga bukan? Di rumah posisi kita sama. Menjadi isteri yang melayani dan menjadi partner diskusi suami, juga menjadi ibu yang memberi perhatian dan menjadi teman bagi si kecil. Belum lagi bagi yang punya anak remaja. Hmmm...bisa jadi psikolog sekaligus teman curhat. Hehe...peranan kita fleksibel ya? Tergantung request saja :-)
Inilah yang sangat perlu kita sadari, sahabat. Betapa rumah adalah satu-satunya tempat yang paling diinginkan oleh anggota kelurga yang lain. Suami seharian bekerja di luar rumah, atau bahkan pergi dinas keluar kota berhari-hari lamanya, pasti ingin sekali kembali ke rumah. Anak kita yang sudah sibuk dengan tugas sekolah, atau bahkan yang sedang menuntut ilmu jauh dari rumah, pasti ingin kembali ke rumah. Rumah seakan menjadi tempat singgah terfavorit untuk melepaskan segala kesibukan. Rumah menjadi tempat rehat terbaik untuk mengisi ulang semangat sebelum kembali berjibaku dengan kesibukan meraih cita-cita.
Lalu, bagaimana dengan mimpi-mimpi kita? Adilkah ketika semua anggota keluarga yang lain bisa pergi menemukan jalan meraih cita-cita, sedangkan kita terjebak dalam rumah. Pernahkah sahabat berpikir demikian? Jika iya, kita sama. Saya pun kadang meratap dalam diamnya malam. Betapa saya ingin menjadi seperti diri saya ketika berstatus mahasiswi. Senang sekali rasanya masa itu. Keluar rumah selalu bisa memiliki arti. Kebermanfaatan, tidak hanya untuk saya, tapi juga untuk siapa saja. Seakan masa itu adalah masa paling produktif saya dalam berkarya. Saya punya teman, saya berorganisasi, saya berkarya, ahhh...rasanya senaaang sekali. Tapi, saya harus kembali pada realita. Bahwa dulu dan sekarang berbeda. Saya hidup di masa ini, bukan masa lalu.
Saya harus berdamai dengan kenyataan, namun bukan untuk menyesal atas pilihan ini. Saya kembalikan pada niat saya menikah. Saya dan suami menikah untuk beribadah. Sungguh, bukan materi atau anggapan positif dari orang lain yang menjadi tujuan kami. Niat kami harus kembali diluruskan. Kami bicarakan kelebihan dan kekurangan jika saya berperan sebagai wanita karier dan ibu rumah tangga. Pilihan ini bukan berarti tanpa proses. Sempat juga saya mengikuti tes CPNS berbarengan dengan suami, karena sejak hamil dan resign dari tempat saya bekerja dulu saya masih memendam rasa haus ingin berkarya di luar rumah. Sepekan pasca operasi sc, kami bersama mengikuti proses tes. Hingga pada tes berikutnya saya dinyatakan lolos, hati saya mulai bimbang. Si kecil butuh saya. Si kecil butuh saya. Si kecil butuh saya. Terngiang-ngiang terus di benak saya, bahwa si kecil butuh saya. Dalam kebimbngan itu, saya kembalikan urusan ini pada Allah. Betapa kuat saya ingin agar kami bisa lulus bersama. Ini demi kelangsungan keluarga kami di masa depan, ketika suami mulai merasa tak menemukan keberkahan di tempat kerjanya. Jika kami tidak lulus, setidaknya berikan suami saya pekerjaan pengganti yang lebih baik dan berkah. Namun, ada satu doa yang semakin kuat saya sampaikan pada Allah, yaitu ridhoi suami hamba agar lulus. Kenapa bukan kami? Karena di situ saya takut jika Allah tak meridhoi. Jika kami lulus bersama, si kecil yang baru hitungan hari di dunia telah saya rampas haknya untuk memiliki seorang bunda yang amat ia butuhkan. Saya tidak menginginkan itu. Biarlah saya ganti haluan mimpi saya untuk berkarya dari rumah, bukan berkarya di luar rumah. Menyesal? Tidak. Saya tidak menyesal. Karena Allah ternyata benar-benar meridhoi suami saya lulus. Saya menjadi penyeimbang hidupnya, meluruskan niat kami membangun rumah tangga.
Kini, kami berada jauh dari orang tua kami. Suami saya menjadi abdi negara yang bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia. Kupang, Nusa Tenggara Timur, di sinilah kami sekarang. Salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki kepulauan. Kami layaknya orang asing di sini, tanpa kerabat atau saudara. Biarlah, inilah titian tangga kami yang telah Allah tetapkan untuk kami. Dimanapun kami berada, selama kami mampu mengingat nama NYA, kami yakin kami masih diberi petunjuk dan perlindungan NYA.
Sahabat IRT, kita bisa meraih apa yang menjadi cita-cita kita asalkan ada kemauan juga restu dari suami. Restu suami menjadi pembuka pintu ridho Allah. Apa yang membuat kita galau sampai merapuh, tinggalkanlah. Jangan dirasa terlalu dalam. Jadikan suami sebagai teman diskusi. Apa yang kita rasakan, utarakan. Karena, ketika suami lebih mengharapkan kita berada di rumah ketika itu pula ia menyanggupi untuk melakukan yang terbaik untuk kita dan anak-anak kita. Percayalah, di situ ada ridho juga jaminan dari Allah tentang rezeki kita.
Sebagai penutup, yuk kita cari makna kebahagiaan kita di rumah. Bukankah kita bahagia jika anak yang kita rawat dengan tangan kita sendiri tumbuh menjadi sehat, cerdas, dan berakhlak mulia? Bukankah kita pun bahagia ketika suami kita menapaki jenjang karier penuh prestasi? Bukankah kita bahagia jika mereka membutuhkan kita di rumah? Berbahagialah sahabatku, jadilah bagian dari setiap langkah yang mereka jalani. Jadilah seorang yang namanya selalu terukir di hati mereka, meskipun kau tak menemukan satu catatan pun namamu ada di lembar keberhasilan mereka. Ingatlah Tuhan mu Maha Mengetahui apa yang kau perjuangkan. Semoga hari-harimu makin bermakna dengan berkarya di rumah.
Sekali lagi, jangan bersedih sahabat. Jangankan kebahagiaan, surga pun mampu kita rengkuh dari rumah atas ridho NYA. BERBAHAGIALAH IRT :-)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang wanita melaksanakan shalat lima waktunya, melaksanakan shaum pada bulannya, menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja ia kehendaki.” (HR Ibnu Hibban dalam Shahihnya)

Minggu, 27 Maret 2016

Sholat Jamaah Si Kecil

Bismillahirrohmanirrohiim

Minggu siang di Kupang terasa amat terik. Kami memutuskan untuk menghadirkan pengalaman sholat berjamaah untuk si kecil. Pukul 11 lewat 30 menit kami bersiap berangkat dengan motor bebek butut kami. Sekitar 20 menit kami sudah tiba di Mesjid Nurul Hidayah Kelapa Lima. Sebuah mesjid yang berdiri di atas karang di tepi laut. Deburan ombak bersahutan dengan kumandang adzan dari pengeras suara. Alhamdulillah, kami datang tepat waktu. Segera kami berwudhu kemudian menuju dalam mesjid. Angin laut yang lembut berhembus menambah kenyamanan bagi siapa saja yang ada di dalam mesjid. Si kecil bersiap sholat, namun sayang kehadiran orang asing membuatnya takut. Ia masih ikut dengan saya. Ketika ada orang lain yang merapatkan shaf di samping saya menggeser tubuh mungilnya, seketika raut wajahnya berubah. Hendak menangis. Dia berdiri di hadapan saya, wajah putihnya kemerahan, matanya berair, bibirnya melengkung ke bawah. Oooh... tak tega bunda,nak. Segera saya batalkan sholat yang hampir 2 rokaat. Saya gendong ia ke shaf belakang, sebentar saya peluk untuk menenangkannya. Saya bisikan kalimat Allah, Allahuakbar, ia pun mengerti bahwa saya harus sholat. Ia segera berdiri di samping saya, kemudian saya mulai sholat kembali. Alhamdulillah, ia tenang kembali. Yah, masih belum berhasil,nak. Tapi tak mengapa. Kelak kau juga akan mengerti. Suatu saat kau akan terbiasa dengan orang asing yang sejatinya adalah saudara kita juga. Bunda sematkan do'a untuk mu agar kelak kau menjadi lelaki yang mencintai agama mu juga menjadi lelaki yang mencintai sholat berjama'ah. Aamiin

Kupang, 27 Maret 2016

Bersyukur Tanpa Syarat

Bismillahirrohmanirrohiim,
Mengapa saya selalu mengawali tulisan dalam blog saya dengan kalimat itu? Simple saja, karena saya tahu Allah pasti mengetahui apa yang saya tulis. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Allah sangat baik pada saya. Allah memberi saya hidup, memberi saya rezeki, memberi saya jodoh, memberi saya kasih sayang dari kedua orang tua saya, memberi saya saudara saudari yang selalu mendoakan dan mengingatkan saya, memberi saya fisik yang utuh,memberi saya akal, memberi saya kesempatan untuk memperbaiki diri, dan masih banyak lagi pemberianNya yang tak bisa saya hitung. Tapi, jahatnya saya ketika Ia menguji saya. Sabar saya masih memiliki batas. Hati saya masih tipe kecil buat menampung rasa kecewa dan sedih. Seketika saya jadi amnesia dengan nikmat-nikmatNya. Saya lupa dengan apa yang telah Ia berikan pada saya.  Astagfirullah...

Saya sebelumnya memiliki karier, namun harus saya lepaskan demi keluarga. Bukan, ini bukan pengorbanan, terlalu dramatis jika dikatakan pengorbanan. Ini adalah cinta. Ada ikatan cinta yang membuat saya memilih keluarga daripada karier. Saya menikah dengan tujuan ibadah, sehingga apapun yang saya lakukan ingin sekali bernilai ibadah. Termasuk ketika saya putuskan untuk menanggalkan karier saya. Jenuh, ya sudah pasti. Namun, di situlah saya menyadari betapa rasa syukur saya pada Allah masih bersyarat. Saya hanya merasa bersyukur ketika saya menikmati nikmat, namun kemudian saya mengutuk nasib ketika saya tidak menikmati ujian. Tidak jarang saya merasa sedih. Saya merasa kesepian. Saya merasa tidak berharga tanpa karier. Saya merasa lelah. Saya merasa jenuh. Saya merasa sumpek dengan apa yang saya hadapi sehari-hari. Sungguh,saya dibutakan oleh hal-hal yang membuat rasa tak bersyukur saya semakin menjadi-jadi. Astagfirullah...

Saya harus memperluas tipe hati saya,dan membuka luas pikiran saya. Setiap malam, saya menjadi orang yang terakhir tidur. Saya pandangi wajah si kecil. Betapa damainya ia tidur. Seakan lupa pada tingkahnya yang seharian membuat saya geram. Tapi, dari wajah teduhnya saya diingtakan untuk menjaganya. Si kecil adalah milik Allah yang harus saya jaga. Si kecil Allah titipkan pada saya bukan untuk dimarahi, tapi diberi arahan agar ia mengerti. Si kecil adalah amanah yang mencerminkan diri saya. Baik buruknya akhlak si kecil di dunia memperlihatkan bagaimana orang tua mendidiknya. Apalagi di akhirat nanti, saya tak sanggup membayangkannya ya Allah... azab Mu pasti amat pedih bagi kami yang salah mendidiknya.

Suami adalah teman hidup yang menjadi partner saya dalam menjalani rumah tangga. Dia adalah imam saya, namun saya harus membuka mata lebar-lebar pada apa yang ia lakukan untuk menunjukan kasih sayangnya pada kami. Ini yang sering luput dari saya. Maafkan diri ini, suamiku. Allah memberi begitu banyak kelebihan pada mu untuk menutupi apa yang kurang dari diri ini. Setelah lelah bekerja, dirimu tetap mengulurkan tanganmu memberiku bantuan untuk mencuci piring kotor, menyetrika pakaian yang belum sempat ku selesaikan, membersihkan lantai, juga memasak nasi untuk kita. Ya Allah, inilah syurga yang sering saya lewatkan begitu saja. Betapa menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya amat banyak nikmat yang Engkau berikan, namun amat sering saya abaikan. Ampuni hamba ya Allah...

Sungguh, bersyukur semestinya tanpa syarat. Bersyukur itu kapan saja. Bersyukur itu dimana saja. Apa yang Allah berikan SUDAH PASTI YANG TERBAIK UNTUK KITA. Jadilah pribadi yang pandai bersyukur, Allah pasti akan menambahkan nikmatNya untuk kita

Selasa, 22 Maret 2016

Hobi Lama Rasa Baru

Bismillah,
Hai, salam kenal dari saya,blogger amatir yang sedang berusaha menghidupkan kembali hobi lama dengan rasa baru. Saya Riovani Dian, seorang bunda dari seorang anak laki-laki berusia 18 bulan. Saya meninggalkan pekerjaan saya di sebuah sekolah swasta dua tahun lalu, karena memilih untuk menjadi penyeimbang suami dalam menjalani rumah tangga. Saya dan suami berkomitmen untuk membagi urusan dalam dan luar negeri rumah tangga kami sesuai peranan kami. Kami meyakini bahwa kami adalah tim yang harus saling dukung agar rumah tangga kami berjalan sesuai dengan yang kami impikan.
Sebagai penyeimbang suami, saya bertugas memberikan yang terbaik untuk membuat rumah yang kami tempati menjadi sesuatu yang selalu suami ridukan setiap hari. Tidak hanya bersih, tapi juga nyaman untuk melepaskan penat. Selain itu,si kecil juga menjadi fokus kami. Si kecil adalah pusat dari semua yang kami upayakan. Kami ingin memberinya kehangatan dalam pelukan perhatian yang sesungguhnya.
Setiap hari menghabiskan waktu di rumah, membuat saya ingin tetap berkarya. Meskipun suasana nya jauh berbeda, tidak seperti saat saya aktif bekerja keluar rumah, namun saya tetap ingin bisa berkarya dan menebar manfaat. Menghidupkan kembali hobi menulis yang sudah sejak meninggalkan bangku kuliah jarang saya giatkan kembali, kini harus saya mulai lagi dari nol. Semoga blog ini bisa membuat hobi lama yang kini terasa baru kian bermanfaat. Tak saja hanya bagi saya, tapi juga bagi pengunjung blog Riovani Dian's.
Wassalam :-)