Senin, 11 April 2016

Karena Mengenalmu tak Cukup Semalam

Bismillah,
Selamat malam menjelang tidur 😴
Entah kenapa malam ini hati saya kembali terusik pada pria nekat yang sudah lelap tertidur dalam kelelahannya. Malam ini do'i (asik gaya anak 90-an banget 😀) lembur menyelesaikan pekerjaan nya di kantor. Pukul 21.00  ia baru pulang ke rumah. Seperti biasa, si kecil enggan bobo kalau ayahnya belum pulang. Masih mau main dan nonton tv. Kalau minta nonton dia bilang, "tivi...tivi.." lalu saya tanya, "emang athar mau nonton apa?", cepat si kecil menjawab,"bita!" Hihi...anak soleh udah ngerti berita tv. Okelah kita nonton berita sampai ayah pulang.
Akhirnya yang ditunggu tiba, si kecil yang sebenanrnya sudah mengantuk mulai cari perhatian ayah. Meskipun ayah juga kelihatan lelah, tapi tetap meladeni si kecil main sambil mendengar sepotong cerita hari ini dari saya. Hingga akhirnya si kecil benar-benar minta bobo, baru ayah rehat.
Ya Allah, ternyata dia benar-benar orang baik. Bukan seorang yang main-main dengan pilihannya. Sebutan orang nekat yang kadang saya jadikan bahan bercandaan dengannya justru menjadi nilai tambah bagi dirinya. Awalnya dia tidak mengenal saya sama sekali. Dia tidak tahu bagaimana sifat saya, tidak tahu keluarga saya, tidak tahu latar belakang saya, koq tahu-tahu bilang yakin mau menjadi imam saya. Dan anehnya lagi, koq ya saya juga mau aja ya? 😅
Selama menjalani rumah tangga, apalagi sejak jadi keluarga perantau, saya kembali menemukan sisi yang membentuk pribadi dirinya. Apa yang ia sukai, apa yang tidak ia sukai, ekspresi yang sebelumnya belum pernah terlihat,dan lain-lain deh. Hihi... mungkin inilah hikmah kita menjalani rumah tangga. Setiap hari ada momen kita saling belajar, kita saling kenalan, kita saling egois dengan pendapat kita tapi ujung-ujungnya baikan lagi, dan apa saja yang membuat kita semakin dewasa.
Sayang, saat aku memberikan pijatan pada tangan mu, aku tahu kamu begitu berusaha untuk memberikan yang terbaik untuk kami. Tahu tidak? Tangan mu terasa lebih kasar dari sebelumnya. Ga masalah sih, tapi aku makin merasa disayang. Kamu pasti berusaha lebih bersungguh-sungguh dari sebelumnya. Di sini, kami belajar menjadi orang tua seutuhnya bagi anak kami. Kami berusaha memberikan perlindungan juga berusaha memenuhi kebutuhan si kecil dengan apa yang kami bisa. Allah amat menyayangi kami. Kami disatukan dalam cinta halal yang didalamnya banyak bernilai ibadah. Semoga kami mampu menjalani cinta halal ini hingga jannahNya. Semoga kami mampu terus belajar menjadi penyeimbang pribadi pasangan kami. Semoga kami mampu menjadi salah satu teladan bagi kehidupan rumah tangga keturunan kami selanjutnya. Aamiin
Selamat beristirahat kekasihku, lelahmu semoga menjadi amal soleh bagimu. Aamiin
I will love u always 😘

Tidak ada komentar:

Posting Komentar