Bismillahirrohmanirrohiim
Minggu siang di Kupang terasa amat terik. Kami memutuskan untuk menghadirkan pengalaman sholat berjamaah untuk si kecil. Pukul 11 lewat 30 menit kami bersiap berangkat dengan motor bebek butut kami. Sekitar 20 menit kami sudah tiba di Mesjid Nurul Hidayah Kelapa Lima. Sebuah mesjid yang berdiri di atas karang di tepi laut. Deburan ombak bersahutan dengan kumandang adzan dari pengeras suara. Alhamdulillah, kami datang tepat waktu. Segera kami berwudhu kemudian menuju dalam mesjid. Angin laut yang lembut berhembus menambah kenyamanan bagi siapa saja yang ada di dalam mesjid. Si kecil bersiap sholat, namun sayang kehadiran orang asing membuatnya takut. Ia masih ikut dengan saya. Ketika ada orang lain yang merapatkan shaf di samping saya menggeser tubuh mungilnya, seketika raut wajahnya berubah. Hendak menangis. Dia berdiri di hadapan saya, wajah putihnya kemerahan, matanya berair, bibirnya melengkung ke bawah. Oooh... tak tega bunda,nak. Segera saya batalkan sholat yang hampir 2 rokaat. Saya gendong ia ke shaf belakang, sebentar saya peluk untuk menenangkannya. Saya bisikan kalimat Allah, Allahuakbar, ia pun mengerti bahwa saya harus sholat. Ia segera berdiri di samping saya, kemudian saya mulai sholat kembali. Alhamdulillah, ia tenang kembali. Yah, masih belum berhasil,nak. Tapi tak mengapa. Kelak kau juga akan mengerti. Suatu saat kau akan terbiasa dengan orang asing yang sejatinya adalah saudara kita juga. Bunda sematkan do'a untuk mu agar kelak kau menjadi lelaki yang mencintai agama mu juga menjadi lelaki yang mencintai sholat berjama'ah. Aamiin
Kupang, 27 Maret 2016
Tidak ada komentar:
Posting Komentar