Jumat, 26 Agustus 2016

Delapan Ratus Kata Pengingat Tujuan



Foto: saya bersama Inspirasi kecil saya 😘

Bismillah, cerita sedikit ya...

Hari ini saya dibuat takjub dengan karya I Nyoman Nuarta. Meskipun karyanya ini belum terlihat utuh, namun sudah nampak kemegahannya. Ya, patung setinggi 75 meter ini merupakan ikon pariwisata Bali yang menggambarkan sosok Dewa Wisnu dan Garuda sebagai kendaraannya (Garuda Wisnu Kencana).

Saya tak kenal dengan I Nyoman Nuarta, namun melihat karyanya yang tak bisa dibilang biasa, saya jadi terinspirasi untuk menguatkan niat untuk berkarya.

Sekarang fokus tentang tujuan dan harapan saya dari kegiatan menulis. Check this out!

Menulis bukan tentang bakat. Saya berterima kasih kepada seorang yang juga menginspirasi saya untuk meyakini bahwa siapa pun bisa menulis. Teh Indari Mastuti dalam kelas yang saya ikuti secara online mengatakan bahwa menulis itu butuh latihan. Semakin sering kita menulis maka akan semakin mudah kita untuk menulis. Ide bisa datang dari mana saja. Tak perlu takut salah atau takut tidak bagus. Yang terpenting adalah terus berlatih agar tulisan yang kita hasilkan bisa memiliki “nyawa”.
Sedih memang rasanya ketika saya memutuskan untuk tak berkarya di luar rumah. Namun, saya tak menyesali keadaan itu. Curhatan saya sudah saya tuangkan dalam artikel Merengkuh Surga dari Rumah ya. Jadi pembaca tahu deh sedikit latar belakang saya. Hehe

Saya menemui dunia baru dalam usia ke -25. Betapa ternyata Allah telah mengganti nikmatnya berkarya di luar rumah dengan nikmat yang jauh lebih menentramkan hati, menjadi seorang ibu. Menikmati setiap menit bisa menyentuh, memandang, dan membuat dokumentasi bersama si kecil itu hal yang jauh lebih bisa saya nikmati. Meskipun, tak sedikit juga yang memandang remeh posisi saya. Maklum, cuma Ibu Rumah Tangga. Masih suka dianggap pekerjaan kurang keren bagi sebagian orang. Hehe

Dunia baru saya ini amat warna-warni. Hingga tiap momen rasanya ingin sekali diabadikan dalam karya. Diantaranya cerpen berjudul Sujud dan Bertahan (dibaca ya, kasih komen, trus di share.ehehehe). Saya ingin tulisan saya menjadi souvenir abadi untuk orang yang saya cintai. Agar suatu hari jika saya tiada, ada bukti konkret bahwa saya menyayangi mereka dengan sepenuh hati.

Meskipun dunia baru saya ruang lingkupnya terasa sempit (ya iya lah! Lha wong tinggalnya di kontrakan 3x4 meter doang), namun saya ingin juga turut memberi manfaat. Sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat untuk orang lain. Pasti pernah dengar ya hadits Rosulullah yang satu ini. Saya ingin karya yang saya buat dapat menginspirasi pada kebaikan. Tidak menjerumuskan generasi penerus bangsa pada kesesatan, apalagi kegalauan. Saya ingin karya saya dapat dinikmati sebagai sesuatu yang bergizi bagi hati dan pikiran pembaca.

Dalam ilmu psikologi menulis ternyata memberi efek positif bagi kesehatan. Menulis sebagai kegiatan katarsis atau pelepas ketegangan, bermanfaat untuk melepaskan emosi dengan cara yang positif. Rutin menulis dapat membuat kita mengenal diri kita dengan baik dan mengetahui apa yang menjadi tujuan kita. Seseorang yang rutin menulis akan lebih terkontrol perasaannya, terutama pada hal yang sifatnya traumatis. Bagi saya, menulis merupakan salah satu kegiatan refreshing. Di sela sumpeknya kegiatan IRT, menulis membuat diri saya merasa memiliki arti.

Saya punya mimpi, suatu hari karya saya dapat membawa saya mengunjungi tempat-tempat istimewa. Saat melakukan perjalanan dengan pesawat, saya menghindar dari kegiatan membaca majalah yang diterbitkan maskapai penerbangan. Kenapa? Karena mupeeeeeng pakai banget. Foto-foto destinasi wisata di majalah itu aduhai amat menggoda jiwa traveller saya. Siapa sih yang enggak suka travelling? Dulu saya ingin sekali bisa jalan-jalan keliling Indonesia bareng teman-teman. Namun, keinginan itu saya revisi. Saya ingin bisa travelling bersama suami, anak, juga karya-karya saya. Bumi Allah amat luas. Banyak sekali tempat yang rasanya sayang untuk tidak disinggahi. Selain untuk dinikmati keindahannya, ingin juga saya tuangkan dalam karya. Semoga mimpi ini Allah kabulkan. Aamiin (tolong di-aamiin kan juga ya)

Menulis saya harap menjadi salah satu kegiatan positif yang bisa saya wariskan kepada keturunan saya. Saya ingin memberi sebuah pengalaman bahwa menulis juga merupakan salah satu kegiatan yang bermanfaat. Semasa kuliah bundamu ini pernah jadi pengurus buletin kampus, nak. Bunda kangen sebenarnya bisa ngisi dan ngedit artikel lagi. Tapi bunda juga ingin bisa menemani tumbuh kembangmu. Bunda sayang kamu tapi bunda juga sangat ingin berkarya. Berkarya sambil nemenin kamu di rumah aja deh ya biar bisa bareng kamu terus. Hiks, bunda jadi curhat gini deh… (curhat dong, Mah!)

Mendidik dengan tulisan, juga menjadi harapan saya terhadap karya yang saya hasilkan. Sebagai orang yang tak lagi berada di depan kelas untuk mengajar, saya ingin sekali agar karya saya kelak dapat menjadi media bermanfaat dalam menyampaikan nilai-nilai yang mendidik. Saya sadar dunia makin kurang ramah terhadap tumbuh kembang anak-anak. Sudah semakin sempit ruang untuk anak-anak menikmati masa kecil. Mulai dari tidak ada tempat bermain outdoor yang luas, paparan tayangan televisi yang makin tidak baik dikonsumsi anak, sampai arus games yang rasanya tak terbendung. Anak-anak tumbuh terlalu cepat, dan sayangnya sebagian orangtua tak menyadari itu. Gadget yang seharusnya menjadi sesuatu yang bermanfaat, malah membuat si anak jadi pribadi yang tumbuh kembangnya terganggu. Tidak sedikit lho orangtua yang akhirnya menyesal karena anaknya jadi anti sosial, lambat bicara, mudah emosi, dan lain sebagainya akibat memberi gadget terlalu dini pada anak. Saya ingin sekali bisa menghasilkan karya yang bisa mengedukasi kita sesama orangtua agar menjadi orangtua yang memberikan sesuatu yang tepat untuk anak kita. Sebab anak kita bukan hanya sebagai generasi penerus garis keturunan keluarga kita saja, melainkan juga sebagai generasi yang akan memimpin bangsa ini di masa depan.

Semoga apa yang saya tuliskan hari ini bisa membuat niat saya semakin mantap untuk berkarya. Selain itu, jika arah saya dalam menulis melenceng saya harap tulisan ini menjadi pengingat saya untuk kembali lurus. πŸ˜€

Mohon doa serta dukungan pembaca agar saya bisa konsisten dengan apa yang saya tulis hari ini. Bantu saya untuk jadi lebih baik dengan menuliskan tanggapan pada setiap postingan saya. πŸ€—

Terakhir, semoga tulisan saya bisa menambah pengetahuan pembaca. Semoga menjadi ilmu yang bermanfaat dan bernilai pahala bagi saya. AamiinπŸ˜ƒ

Denpasar, 26 Agustus 2016
Riovani Dian Putri

5 komentar:

  1. Mantap benaaaar.... jago cerpen juga rupanya.

    BalasHapus
  2. 😁hehe... sy harus banyak belajar kang

    BalasHapus
  3. 😁hehe... sy harus banyak belajar kang

    BalasHapus
  4. Saya merasa minder dehhh...teman2 pada hebat2

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak retno, sama2 kita buang minder yuk. Supaya ilmunya choaces pada nempel dan kita pede buat action nya. Semangat! 😊

      Hapus