Bismillah...
Semoga hari ini IRT hebat tidak melakukan kesalahan yang sama seperti saya. Sungguh, malam ini ada gunung rasa sesal di relung hati saya. Sekarang saya sedang memandang wajah teduh yang terpejam. Terlihat seberkas rasa puas menghabiskan energi untuk bermain dan membongkar apa yang ia mau. Dari sudut ke sudut rumah kontrakan kami tak menyisakan sedikitpun kerapian, padahal sudah dua atau tiga kali rumah ini disapu dan ditata. Imajinasi serta rasa ingin tahunya semakin hari semakin membuat kewalahan. Dulu, si kecil lebih penurut. Tapi tidak hari ini. Dulu ia mudah diarahkan, namun sekarang sulit dikendalikan. Jika ia punya mau langsung ia lakukan, tak diindahkan apa yang saya katakan. Jam tidur siang ia lewatkan, lebih memilih bermain bersama anak tetangga yang baru pulang sekolah. Jika saya larang, tangisan sejadi-jadinya pun pecah. Jadwal pekerjaan jadi kacau, saya pun kehabisan energi juga mungkin akal, sampai terbesit kalimat "balitaku mulai nakal". Astagfirullah... 😖
Menyesal sekali rasanya. Apa yang barusan saya pikirkan tentang mu,nak? Prasangka macam apa itu? Maafkan ya,nak. Bundamu ini masih sedikit sekali ilmu sabar nya 😭
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda:
مَا مِنْ مَوُلُودٍ إِلاَّ يُوْلَدُ عَلىَ الْفِطْرَةِ، فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ، كَمَا تُنْتِجُ الْبَهِيْمَةُ بَهِيْمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيْهَا مِنْ جَدْعَاءَ؟
"Tidaklah setiap anak yang lahir kecuali dilahirkan dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanha lah yang akan menjadikannya sebagai yahudi, nasrani, atau majusi. Seperti hewan melahirkan anaknya yang sempurna, apakah kalian melihat darinya buntung (pada telinga) ?"
Inilah kealpaan saya. Saya lupa bahwa anak adalah titipan Allah. Ada masa saya akan dihisab tentang cara mendidiknya. Apakah kelak anak saya menjadi anak yang mencintai orang tua nya sampai akhir hayatnya atau sebaliknya? Apakah kelak anak saya akan mengimani Allah atau sebaliknya? Apakah kelak anak saya menjadi orang yang bermanfaat bagi umat atau sebaliknya? Semua tidak nampak hari ini, tapi apa yang saya lakukan mulai hari ini akan menentukan jati dirinya di masa depan.
“Dan kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah kami ketika mereka sabar dan adalah mereka meyakini ayat-ayat kami.” –[QS. As-Sajdah (32): 56]
“Bantulah anak-anakmu agar berbakti! Barangsiapa yang mau melakukannya, ia dapat mengeluarkan sikap kedurhakaan dari diri anaknya.” –[HR. Ath Thabrani]
Ya Allah, seandainya anak ku tidak membuat berantakan isi rumah, apakah sebuah jaminan kelak ia tumbuh menjadi pemuda cerdas yang mencintai kerapihan? Seandainya anak ku tidak punya kemauan untuk bermain di jam tidur siangnya dengan anak tetangga apakah ada sebuah jaminan kelak ia menjadi seorang penurut yang selalu menepati jadwalnya dengan baik setiap hari ? Astagfirullah...ternyata saya menuntut terlalu banyak pada si kecil yang kemampuan nya tidak setara dengan saya. 😫👶
Semoga, penyesalan ini menjadi pelajaran buat bunda kurang ilmu macam saya. Ampuni hamba ya Allah, sesungguhnya si kecil adalah milikMu. Apapun yang sedang ia lakukan saat ini pasti tak luput dari pengetahuan Mu. Jadikan hamba seorang bunda yang pantas memiliki anak sholeh, mampukan hamba menyusuri proses ini dengan bekal kesabaran sebagai pelita hati. Jauhkan hamba dari prasangka buruk terhadap anak hamba, berilah petunjuk Mu agar hamba tak hilang arah menemukan jalan terbaik untuk keluarga hamba mencapai ridho Mu.
Untuk mas Athar Inspirasi Qolbun Saleem, maafkan bunda. Kita kerja sama memperbaiki yang salah, meluruskan yang belum benar, dan meningkatkan yang sudah baik, ya...
Yak! Kalau si kecil makin cerdas, bundanya harus lebih cerdas lagi dong! Setuju? 😘
Kupang, 3-April-2016
Masya Allah.. Tulisannya mak jleb2.. Smg Allah mampukan qt mjd bunda yg amanah thd titipanNya.. Allah berikan qt ksabaran yg tiada btepi dan kmauan u/terus blajar u/bekal mendidik anak qt.. Thx share tulisannya.. #bighug
BalasHapusAamiin :-)
Hapus