Bismillah,
Salam simpati untuk para IRT yang sedang berjuang meraih gelar "mompreneur". Aih! Keren ya mama, ibu, ummi yang biasanya HANYA mengerjakan urusan domestik rumah tangga ternyata punya semangat wirausaha. Alhamdulillah, saya amat bersyukur teman-teman IRT masih mau melebarkan sayap kebermanfaatan untuk orang-orang di luar sana. Jangan salah kaprah dulu ya, menjadi mompreneur bukan saja sekedar mencari rupiah. Eksistensi, saling membantu sesama, belajar banyak hal baru, membuka diri untuk wawasan baru, serta menjadi isnpirasi bagi sesamanya juga menjadi beberapa tujuan mulia seorang IRT biasa bermetamorfosis menjadi mompreneur.
Namun, perlu diingat. Tidak ada yang mampu mencapai keberhasilan tanpa usaha. Dalam proses usaha tersebut, tidak selalu mulus lancar sesuai yang direncanakan. Apalagi buat mompreneur newbi macam saya. Mental masih lembek, punya mimpi muluk, usaha masih tergantung mood, suka baper, tapi cepet pengen sukses. Haha, manusiawi...tapi ga realistis!
Karena suka ikut training online sana sini, friendlist fb pun berubah komposisinya : 70% pebisnis, sisanya teman-teman masa SD sampai kerja dulu. Time line saya bisa ketebak dong isinya apa? Hihi...iklan! Mulai dari yang pakai teknik gendeng ala master copywritting, sampai yang to the point sama jualannya. Belum lagi status-status para master mompreneur yang kadang menginspirasi, kadang ada juga yang terkesan pamer keberhasilannya mencapai sukses dengan cara yang bla bla bla dan banyak melalui pengorbanan bla bla bla. Nah, ini nih yang suka meninju mataku sampai mau menangis. Saya kemudian bercermin pada bisnis yang sedang saya rintis. Hello...apa kabar? Belum baik.hehe... Yak! Bisnis baju koko batik saya belum bertemu jodohnya. Target marketnya belum ketemu betul. Baru sukses membidik segelintir orang saja. Yang lainnya? Baju koko batik saya dianggap mahal, saya belum paham takaran mahal atau murah itu dari mana padahal liat barangnya aja belum. Belum tahu kualitas batik dan jahitannya, udah dinilai mahal (baper). Mencoba menawarkan ke orang terdekat, malah diminta sample (baper). Mau coba produksi agak banyak, dibikin kecewa sama yang jahit (baper). Dan masih banyak hal yang membuat episode baper saya makin panjang. Striping kali'?
Yah, itulah... mompreneur itu status istimewa (bagi saya). Karena itu adalah salah satu pintu menuju kebermanfaatan bagi IRT. Dengan membuka usaha, kita bisa berbagi rezeki dengan siapa saja yang mau kita ajak kerjasama. Sekali lagi memang TIDAK MUDAH namun bukan berarti TIDAK MUNGKIN.
Berhentilah menatap bintang. Kembalilah pada kakimu yang menapak di bumi. Mereka yang sudah berhasil juga mungkin pernah ada di posisi start seperti saya. Masing-masing dari kita telah Allah tetapkan rezekinya. Jangan merasa Allah tak adil, kita lah yang sebaiknya menyadari kepantasan kita pada level yang mana. Mungkin saya memang belum pantas jadi mompreneur sukses, biarlah. Mungkin lain waktu saya bisa, biarlah saya telan pahit-pahitnya proses ini. Siapa tahu Allah telah menyiapkan kejutan manis untuk bisnis saya kelak. Tapi, kalau masih banyak pahitnya juga berarti saya ga bakat jadi mompreneur (tuh kan baper lagi), bukan ding... tapi kalau memang masih banyak pahitnya berarti saya masih belum pantas sukses, karena yang berhasil mencapai sukses mampu mengubah yang pahit jadi energi positif untuk membuatnya melesat lebih jauh.
Biarlah ini menjadi catatan awal saya dalam menjalani bisnis baju koko batik saya. Sebagai pengingat saya di kemudian hari betapa cengeng nya saya di posisi start ini. Semoga Allah beri jalan agar bisnis mompreneur semua lancar dan berkah tentunya. Aamiin :-)
Owner House of Athar Khalila,
Kupang, 05-04-2016
Semangat kak! iya kak rio kan? inget aku gaaak? *pasti gak inget* hahaha
BalasHapusskrg di kupang to? next year, setelah married, kayaknya aku jg bakal di boyong ke kupang kak, mas-ku (calonku) penempatan kupang soalnyaaa
Inget dong niken :-)
BalasHapusWaah kita bisa jd tetangga nih :-)
Calon nya kerja dmn?
di airnav kak, penempatan di eltari.. kupang itu, jauh yaa dr jkt 😂😂😂😂
HapusDeket koq.cuma 3 jam di udara.hihi
HapusTempat tinggalku cuma skitar 10 menit dari eltari